logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Teror Tidak Membuat Mundur

Banyak orang memandang sebelah mata kinerja Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas) Pemilu Kabupaten Rembang. Namun Agus Sutomo BA yang didaulat menjadi ketua tidak peduli. Bahkan demi menjaga kewibawaan lembaga yang dipimpinnya, lelaki kelahiran Rembang, 4 Januari 1964, itu berani mengangkat kasus ijazah palsu yang melibatkan dua orang dari PDI-P.

Satu orang di antara mereka cukup berpengaruh karena punya jabatan sangat terhormat.

Agus, yang sebelumnya aktif sebagai jurnalis, mengaku menemui banyak hambatan ketika menangani kasus tersebut. Misalnya, dia dan teman-temannya sering mendapat teror melalui telepon. Namun ada pula yang datang secara terang-terangan ke kantor dan meminta kasus itu dibekukan.

Namun berkat dukungan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan sebagian besar warga Rembang, Agus makin tegar menghadapi tantangan itu. Selanjutnya dia segera membawa kasus itu ke Polres. Dengan harapan, kasus itu bisa diproses secara hukum.

"Saya cukup bangga karena teman-teman (Bambang Triono SSos, Riskin Hidayat SE, AKP Agus Sutata, dan Sigit Cahyanto SH) bisa bekerja secara kompak. Karena itulah keberadaan Panwas Pemilu cukup mantap karena bisa berjalan sesuai dengan fungsinya," kata Agus.

Orang boleh saja memandang sebelah mata kinerja Panwas Pemilu. Namun bagi Agus, pengangkatan kasus ijazah palsu bisa dijadikan sebagai bukti bahwa Panwas Pemilu telah berbuat terbaik.

"Kami juga sedang menangani kasus pemilu yang lain. Sekarang teman-teman (anggota Panwas Pemilu) sedang turun ke lapangan untuk meneliti kasusnya. Kalau semua sudah lengkap akan segera kami bawa ke Polres," katanya.

Dia menyayangkan tindak kekerasan terhadap Wakil Ketua Panwas Pemilu Batang oleh empat orang tak dikenal. Karena, korban adalah orang yang sedang menjalankan tugas untuk negara.

"Kami berharap polisi bisa menangkap pelaku. Kalau tidak, besar kemungkinan kasus yang sama akan terulang di daerah lain. Kalau hal ini benar-benar terjadi dampaknya bisa menghambat pemilu," kata Agus.

Karena itulah dia berharap semua pihak berbuat dewasa, menaati aturan, dan mau menghormati tugas pihak lain. Kalau itu bisa dilakukan, semua akan berjalan lancar.(Djamal A Garhan-34g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA