
| Rabu, 25 Februari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Rembang Kembangkan Kawasan Wisata PantaiKABUPATEN Rembang terdiri atas 14 kecamatan. Enam kecamatan berada di tepian pantai. Daerah ini berada di ujung timur wilayah Jateng, sehingga menjadi daerah perbatasan Jateng dan Jatim. Karena itulah dalam pengembangan kawasan wisata pantai Bonang, Binangun, Sluke (BBS), Pemerintah Kabupaten secara khusus menekankan ke kawasan perbatasan. Sebab, kawasan perbatasan yang masuk Kecamatan Sarang itu berpotensi dikembangkan menjadi daerah wisata pantai. Ketua Bapeda Hamzah Fatoni SH menyatakan langkah awal pemerintah adalah membuat konsep dasar pengembangan kawasan perbatasan. Konsep dasar dibuat setelah melihat kondisi, analisis, serta tantangan yang dihadapi pada masa datang. Dalam konsep dasar, pengembangan kawasan perbatasan memiliki empat arahan. Pertama, memperkuat fungsi kawasan perbatasan sebagai kawasan penerima Provinsi Jateng dan Kabupaten Rembang. Kedua, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk membentuk citra kawasan perbatasan sebagai kawasan wisata. Ketiga, meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menciptakan kegiatan industri kecil, perdagangan, dan jasa. Keempat, mengurangi tingkat kesenjangan pelayanan dalam pengembangan wilayah Rembang, khususnya Kecamatan Sarang. Dia mengemukakan fungsi yang akan dikembangkan di kawasan perbatasan itu meliputi pelayanan masyarakat, peristirahatan, rekreasi, transpotasi, dan hunian.Fungsi itu menyangkut sistem pelayanan keamanan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan administrasi. Rumah Makan Tempat peristirahatan berupa penginapan yang dilengkapi rumah makan dan minum. Fungsi rekreasi meliputi ruang beramain, tempat menikmati objek wisata, taman pasif, dan kios cendera mata. Sarana transpotasi meliputi halaman parkir, usaha cuci dan perbaikan kendaraan, dan tempat pengisian bahan bakar atau oli. Fungsi hunian meliputi kawasan hunian dan lapangan pekerjaan. Kegiatan yang akan dikembangkan di kawasan perbatasan, kata dia, cukup banyak. Dalam konsep ada enam kegiatan yang hendak dikembangkan. Misalnya, kegiatan pariwisata dan kegiatan penunjang lain dari sisi utara jalur pantura. Pada tahap awal dibuat semacam perkebunan kelapa. Ada pula perdagangan dan pembangunan fasilitas umum dengan skala pelayanan regional yang akan dimulai secara linier sepanjang jalur pantura. Adapun kegiatan perkantoran akan dikembangkan secara berkelompok di satu kawasan. Sarana transpotasi regional dan kegiatan pendukung lain akan dikembangkan dari sisi selatan jalur pantura. Kegiatan pemukiman dipertahankan di Dusun Serbung dan sekitar tugu batas. Kegiatan industri kecil dikembangkan di lingkungan permukiman penduduk. Sasaran utama pengembangan kawasan perbatasan, ujar dia, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, mengimbangi pemekaran pembangunan di Provinsi Jawa Timur. Perbatasan Dia menyatakan wilayah Jatim yang paling dekat dengan Rembang adalah Kabupaten Tuban. Tuban sudah mengarahkan pembangunan ke arah barat. Bila Rembang tak segera menyesuaikan jelas tertinggal jauh. Karena itulah pemerintah membuat konsep dasar pembangunan kawasan perbatasan, khususnya di Sarang. Pembangunan kawasan perbatasan itu, kata dia, dalam perhitungan akan menghabiskan dana sedikitnya Rp 6,5 miliar. "Mudah-mudahan kami mendapat dukungan dana dari Pemerintah Provinsi dan pusat. Jadi tak memberatkan APBD II," kata dia.(Djamal A Garhan-34g) |