
| Rabu, 25 Februari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Caleg DPR Hanya Tahu "Kulit" DaerahBLORA - Dialog publik yang digelar di aula Hotel Adhy Jaya oleh Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) bekerja sama dengan Ircos Jakarta, Senin (23/2) lalu justru menjadi ajang mengkritik sejumlah calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI dari berbagi parpol yang tampil sebagai pembicara. Antar lain Marwan Fakfar dari PKB, Fuad Ahmad dari PK Sejahtera, dan Sri Mulyani dari PAN. Ketiga narasumber yang sekaligus caleg DPR RI untuk daerah pemilihan III (Blora, Grobogan, Rembang, dan Pati) itu mendapat pertanyaan kritis dari peserta dialog. Sejumlah peserta dialog mempertanyakan apakah mereka sudah pas mewakili Blora, karena pengetahuan mereka tentang Kota Sate amat dangkal. "Bagaimana Anda mau mewakili kami, wong daerah yang Anda wakili saja hanya Anda ketahui permukaannya," ujar salah seorang peserta yang mengaku dari sebuah LSM di Blora. Hal yang sama diungkapkan salah seorang peserta yang mengaku mahasiswa. Dia menyatakan pesimistis terhadap pelaksanaan pemilihan umum mulai April mendatang. Sebab, sepengetahuan dia, pemilu tak pernah menghasilkan pemimpin yang benar-benar berjuang untuk rakyat. Menurutnya, pemilu hanya menghasilkan politikus busuk. "Saya justru mengajak masyarakat untuk tidak usah memilih dalam pemilu nanti," ungkapnya. Banyak Persoalan Selain itu, seorang ibu yang mengaku mewakil Fatayat NU Blora menyinggung peran para caleg jika nanti jadi. Sebab, menurutnya, paparan para narasumber bersifat umum. Padahal, di Blora banyak persoalan yang bisa dibahas dan dicarikan jalan keluar. Salah satunya, petani yang sedang kesulitan menjual gabah. "Ini sama sekali tidak disinggung. Untuk Ibu Sri, bagaimana Anda nanti memperjuangkan kaum perempuan bila Anda terpilih?" tanya peserta itu. Mendapat pertanyaan itu, satu per satu para narasumber memaparkan argumennya. Marwan, misalnya, menolak jika dikatakan tidak memperhatikan nasib petani Blora. Dia mengaku pada awal paparannya sudah menyinggung masalah pertanian, selain soal tambang dan ekonomi. Dia menyatakan menyediakan tenaganya untuk membantu masyarakat Blora memanfaatkan potensi yang dimiliki. "Karena basis saya ekonomi dan tahu sedikit pertambangan, ya saya fokuskan ke dua hal itu. Namun soal pertanian, saya juga peduli," ujarnya.(ud-34c) |