
| Rabu, 25 Februari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Ratusan Hektare di Pati TerancamPATI- Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Sukolilo, Pati terancam gagal panen. Petani di Desa Baturejo, dan Wotan kemungkinan besar musim tanam tahun ini tak dapat panen. Hal itu, kata sejumlah petani ketika ditemui secara terpisah, Senin (23/2) kemarin, bukan karena tanaman tersebut diserang hama, melainkan akibat pengaruh cuaca sejak Desember tahun lalu. Pada saat tanaman harus memasuki masa penyerbukan dan pembuahan, pada bulan ini (Februari) hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Akibatnya, bulir padi yang mulai bernas warna hijau itu tidak berubah menjadi kuning, tapi justru kehitam-hitaman. Selain itu, bulir yang mulai bernas lazimnya merunduk. Namun, tanaman padi jenis IR 64 tersebut justru sebaliknya. bulir-bulir itu tidak berisi penuh (gabuk). Faktor Alami Kondisi ratusan hektare tanaman padi tersebut sudah dikonsultasikan kepada petugas penyuluh lapangan (PPL). Kesimpulannya, hal itu bukan karena serangan hama/penyakit, melainkan faktor alam. Yakni, ketika proses penyerbukan berlangsung hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Dengan demikian, para petani tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya pasrah. Situasinya akan berbeda jika disebabkan oleh serangan hama/penyakit. "Jika karena serangan hama atau penyakit, kami tidak akan menyerah begitu saja," ujar Sutriman, salah seorang petani Desa Baturejo. Dalam kondisi seperti itu, lanjut dia, tak ada alternatif lain kecuali tanaman padi tersebut harus dibabat, untuk persiapan musim tanam (MT) kedua. Namun, kendala utama adalah sulitnya mencari biaya untuk keperluan itu. Apalagi, setelah tanaman MT pertama gagal, hal itu sama dengan menutup kegiatan petani untuk bercocok tanam berikutnya. Sebab, hasil penjualan panenan pertama tentu menjadi persediaan biaya musim berikutnya. Kegagalan panen tersebut akan menambah beban pinjaman petani untuk menggarap lahan. (ad-34e) |