
| Rabu, 25 Februari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Panen Padi di Kudus Diperkirakan Turun
KUDUS- Hasil panen padi periode Februari 2004 di Kabupaten Kudus diperkirakan turun. Sebab, beberapa kawasan pertanian dilanda banjir. Juga ada ancaman kekeringan dan serangan hama tikus. Namun banjirlah penyebab utama kegagalan panen di sejumlah tempat. Target produksi tahun ini 138.443 ton dari lahan 26.965 ha. Tahun 2003 138.727 ton dari 26.412 ha sawah. Berdasar laporan Dinas Petanian Kudus, 18 Februari 2004, lahan yang terlanda banjir 1.793 ha dan 1.567 ha dinyatakan puso. Banjir memang tak separah tahun 2003, yang menggenangi 1.959 ha sawah. Namun petani tetap merugi tak sedikit. Bila 1 ha sawah bisa menghasilkan Rp 6 juta, kerugian petani sekitar Rp 9.402.000.000. Perkiraan itu diperoleh berdasar asumsi 1 ha menghasilkan rata-rata 7 ton. Harga padi kering antara Rp 800 dan Rp 900. Padi kering berkandungan air 24-27%. Lebih dari itu dikatakan padi basah. Wilayah dengan kerugian terbanyak adalah Kecamatan Undaan, yakni 761 ha sawah puso. Adapun Mejobo 357 ha puso, Jekulo 260 ha puso, Kaliwungu 109 ha puso, dan Jati 80 ha puso. Budi Santoso, Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan Kudus, menyatakan bersama instansi lain telah mengantisipasi hal itu. Namun karena banjir merupakan faktor alam, kerugian tak dapat dihindari. Dia mengimbau pada musim tanam II yang akan dimulai Maret 2004 para petani menggunakan pola tanam padi-padi-palawija. Jika ingin menanam padi, petani hendaknya memakai bibit usia pendek. Sejalan dengan hal itu Kaspono, Ketua Federasi Petani Pengguna Air (P3A) Kudus, menyatakan IR 64 dan umbuk wangi merupakan bibit yang cocok digunakan petani pada musim tanam II yang relatif singkat. "Kalau mengunakan IR 64, usia padi hanya 80-90 hari. Varietas seperti muncul bisa makan waktu 120 hari," kata dia. Kekeringan dan Tikus Permasalahan rutin lain yang biasa dihadapi petani di Kudus adalah kekeringan dan ancaman hama tikus. Pada tahun 2003 kekeringan menyebabkan 537 ha padi puso dan 250 ha lagi diserang tikus. Untuk mengatasi kekeringan yang mungkin terjadi pada musim tanam II Maret nanti, Bupati memberikan bantuan 115 pompa unit air ke berbagai daerah rawan kekeringan. Seusai banjir beberapa waktu lalu, Bupati memberikan bantuan 40 ton bibit padi ke petani. Untuk mengatasi hama tikus, Dinas Pertanian akan memakai tiga cara untuk menanggulangi. Pertama, mengumpankan Rhodensida ke tikus. Kedua, melakukan pengasapan dengan Phosan. Ketiga, menggeropyok. Dia berharap ketiga langkah itu dapat mengendalikan hama tikus. Sampai akhir Februari 2004 bahaya kekeringan dan hama tikus belum ditemukan. Namun langkah antisipasi telah dipersiapkan sejak awal. (ton-34g) |