logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Bangunan Baru SMKN 1 Slawi Roboh

SLAWI - Robohnya sebagian bangunan SMK 1 Slawi, Senin (23/2) lalu, bukan hanya membuat resah siswa dan para pengajar, namun juga menimbulkan tanda tanya bagi Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal. Pasalnya, sebagian ruang kelas yang roboh itu baru saja selesai dibangun dan diserahkan kepada pihak Pemkab.

Robohnya bangunan itulah yang kini sedang diteliti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal. Pembangunan tersebut, sebenarnya hanyalah tambahan dari ruang kelas yang sudah ada. Sejauh ini belum diketahui penyebab runtuhnya bangunan yang terjadi sekitar pukul 16.30 itu

Pilar-pilar dari besi beton sebagai penyangga bangunan ambruk dan rata dengan tanah. Robohnya sekolah yang dibangun sejak 29 Agustus 2003 dan selesai 26 November 2003 itu sangat mengejutkan. Kalangan pengajar dan siswa di sekolah itu serta jajaran Dewan Pendidikan geleng-geleng kepala.

''Masalahnya, ini kan bangunan baru dan belum lama diserahkan oleh pemborong. Kok sudah roboh? Proyek macam apa ini? Seperti asal-asalan,'' kata Dimyati SE, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, kemarin.

Bertanggung Jawab

Dia menuturkan proyek Rp 96,040 juta itu menggunakan dana rakyat. Itu tidak boleh untuk main-main dan pemborong harus bertanggung jawab. Itu tidak hanya tanggung jawab pemborong. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bappeda, dan DPU juga harus bertanggung jawab.

''Mereka adalah intansi yang terlibat, baik langsung maupun tidak, dalam pembangunan proyek ini. Jadi harus bertanggung jawab atas robohnya bangunan baru yang baru selesai diserahkan. Saya sudah layangkan surat ke Bupati agar segera menindaklanjuti. Karena ini menyangkut pertanggungjawaban uang rakyat untuk pembangunan,'' tutur Dimyati, yang dikenal vokal menyoroti berbagai proyek pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Tegal.

Menanggapi kejadian itu dan sorotan tajam dari Dewan Pendidikan, Agus Angkat Rahardjo, Kepala SMK Negeri 1 Slawi, belum bisa berkomentar. Ir Sarsito, Kepala DPU Kabupaten Tegal, berjanji mengusut kejadian itu.

Dia sudah menerjunkan tim yang dipimpin Toto Rusmilarto, Kepala Seksi Perumahan dan Gedung DPU Kabupaten Tegal, untuk meneliti robohnya bangunan yang baru diserahkan itu. Tim memang sedang meminta konfirmasi dari konsultan.

''Apakah terjadi kesalahan desain atau pengerjaan menyalahi desain yang disetujui? Penelitian awal memang pada desain. Lalu ke kualitas bangunan. Yang jelas kalau sudah ada langkah seperti ini akan diketahui kesalahannya mengapa bangunan baru sampai roboh,'' tutur Toto, kemarin. (D12-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA