
| Selasa, 24 Februari 2004 | Sala |
Kepala Sekolah Diusulkan Dipilih secara LangsungBOYOLALI- Praktisi Pendidikan Kabupaten Boyolali, Drs Thontowi Jauhari SH, mengusulkan pemilihan kepala sekolah dari SD sampai SMA dengan cara dipilih. Yang berhak memilih adalah Dewan guru dan Komite Sekolah. ''Model pemilihan ini untuk menghindari KKN dan unsur senang ataupun tidak senang,'' kata dia, kemarin. Sebelum dipilih secara langsung, lanjut dia, setiap sekolah mengusulkan calon yang sesuai dengan daftar urutan kepangkatan dan persyaratan yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan Nasional. Calon kepala sekolah tidak harus berasal dari sekolah yang bersangkutan, bisa dari luar. Setelah muncul beberapa calon, kemudian dilakukan pemilihan langsung dengan menggunakan kartu suara. Adapun Dewan Guru dan Komite Sekolah mempunyai kewenangan memilih. ''Siapa yang mendapatkan suara terbanyak itulah yang berhak menjabat kepala sekolah,'' kata dia yang juga Ketua DPD PAN. Salah satu alasan dia mengusulkan kepala sekolah agar dipilih secara langsung, adanya indikasi pengangkatan yang berbau KKN. Yakni cara pengangkatan yang tidak fair. Sebab ada beberapa kepala sekolah SMP dan SMA yang belum lama ini dilantik tidak mendasarkan pada penilaian. Padahal semestinya mereka layak untuk diusulkan dan dilantik, tetapi dijegal karena ada kepentingan lain. ''Jika diteruskan, berbahaya dan bisa merusak sistem yang ada.'' Pemilihan secara langsung, ujar dia, memang ada kelemahan. Salah satunya permainan uang. Namun, pemilihan langsung menghindari kepentingan pejabat. Sebab selama ini pejabat yang berpengaruh bisa menghendaki calon tertentu dilantik. Padahal, ada calon lain yang lebih memenuhi persyaratan.(shj-42s) |