logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 24 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Ruwatan di Gunung Kawi

MALANG - Menandai Garebeg 1 Sura, di Gunung Kawi yang terletak di Kecamatan Wonosari dilangsungkan kirab ritual yang diikuti masyarakat Wonosari dan sekitarnya.

Bahkan beberapa pengunjung yang datang dari Jawa Tengah terutama Semarang dan luar Jawa, juga mengikuti upacara ritual tersebut.

Tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini seluruh RT di Kecamatan Wonosari membawa sesaji yang kemudian secara bersama-sama diarak menuju makam Mbah Djugo, yang dikenal sebagai cikal bakal di Gunung Kawi.

Yang cukup menarik, semua peserta mengenakan pakaian adat Jawa, tak ketinggalan Bupati Sudjud Pribadi. Mereka yang ikut upacara ritual itu membawa beragam hasil bumi. Juga nasi tumpeng sebagai sujud syukur atas kesejahteraan yang diharapkan masyarakat setempat.

Ruwatan

Tradisi yang sudah turun-temurun itu tetap dilestarikan. Bahkan warga Desa Jatisari yang terletak agak jauh, sudah melakukan berbagai persiapan sejak awal.

Mereka tak lupa membawa sesaji dalam acara kirab ritual. Sesajian itu dibawa ke makam leluhur Mbah Djugo dan Raden Imam Sudjono.

"Sesaji yang sudah diberi doa itu dibagikan pada masyarakat dan barulah dilakukan pembakaran patung raksasa sebagai perlambang bahwa bencana alam atau pagebluk tidak akan terjadi," kata Sekretaris Yayasan Ngesti Gondo, H Prihatinaji.

Begitu tenarnya nama Gunung Kawi dengan beragam tuahnya, tidak sedikit kalangan pejabat sipil ataupun militer yang juga datang ke sana. Banyak pejabat yang datang secara terang-terangan tanpa harus menyamar, tetapi ada juga yang mengirim utusan.

Sementara Kapolwil Malang Kombes Pol Mudji Waluyo dan Kapolres Malang AKBP Unggung Cahyono malahan melakukan ruwatan untuk anak-anaknya.(jo-33s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA