logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 24 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Banyak Pemilih Pemula Belum Pahami Mekanisme Pemilu

PABELAN- Meskipun pelaksanaan Pemilu 2004 kurang beberapa bulan lagi, banyak pemilih pemula terutama pelajar sekolah menengah atas belum sepenuhnya memahami tahapan dan mekanisme pemilu.

Hal itu terungkap ketika Kantor Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kabupaten Semarang melakukan sosialisasi tahapan Pemilu 2004 di SMA 1 Pabelan, Kabupaten Semarang, kemarin. Tampil sebagai pembicara Wakil Kepala Linmas Drs Purbatin dan dosen Undaris Ungaran Drs Abdul Karim.

Ketua panitia Taufiqurrahman menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 460 siswa kelas I-III dan para karyawan sekolah tersebut. Tujuannya untuk menambah pengetahuan para siswa soal mekanisme Pemilu 2004. Sebab, pelaksanaan dan tahapan pemilu kali ini berbeda dari Pemilu 1999.

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala Linmas Drs Purbatin memberikan pertanyaan soal tahapan pemilu kepada para siswa. Jika berhasil menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapat hadiah Rp 50.000. Namun, dari lima siswa yang menjawab pertanyaan itu, tak satu pun siswa menjawab pertanyaan dengan benar. ''Ini artinya para siswa belum memahami tahapan Pemilu 2004,'' katanya.

Aspirasi

''Saya bingung dengan sistem Pemilu 2004. Bagaimana teknis pencoblosan yang benar dan sah,'' kata Slamet Ahmadi, pelajar kelas III SMU 1 Pabelan.

Pertanyaan itu sepertinya mewakili siswa lain. Mereka bingung dengan sistem yang baru ini, apalagi setiap pemilih harus mencoblos calon anggota legislatif. Dia khawatir, suaranya tidak akan sesuai dengan aspirasinya. ''Kalau saya memilih caleg ini, apa dia nanti dapat memperjuangkan aspirasi pemilih. Selama ini anggota Dewan lebih banyak tunduk pada partai daripada rakyat,'' katanya.

Ketua OSIS SMU 1 Pabelan Novenia Wulan menilai, Pemilu 2004 merupakan hal yang baru baginya. Meski sering mendapat informasi tentang pemilu, dia mengaku masih bingung soal tahapan dan pelaksanaannya.

Dosen Undaris Drs Abdul Karim yang tampil pada sesi kedua lebih banyak menyoroti soal mekanisme dan proses pemilu. Dia meminta agar para siswa memahami cara pencoblosan dengan benar.

Abdul Karim menjelaskan, agar kartu suara tidak rusak, harus dipilih nama caleg dan gambar parpol. Kalau tidak, gambar parpol saja. Selain itu, pemilih juga harus memilih calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada kartu suara yang lain.(D14-45e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA