logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 24 Februari 2004 Ekonomi  
Line

Ekspor Jateng Tak Terpengaruh Pemilu

SEMARANG- Kinerja ekspor Jateng tahun ini diperkirakan tidak terpengaruh oleh kegiatan pemilihan umum (pemilu) yang dimulai Maret.

Sebab, pasar yang kini menjadi tujuan ekspor, misalnya AS dan Eropa, cukup stabil permintaannya. ''Pengaruh ekspor biasanya justru dari situasi negara pengimpor. Namun sejauh ini belum ada informasi yang memungkinkan terjadi penurunan permintaan produk asal Jateng terkait dengan pelaksanaan pemilu,'' kata Drs Sukaton, Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, kemarin.

Ia mencontohkan perang AS-Irak beberapa waktu lalu memang memengaruhi ekspor Jateng. Namun, hal itu tidak bertahan lama, sebab setelah perang usai kondisinya kembali membaik.

''Karena itu, kami optimistis pemilu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kinerja ekspor Jateng,'' ujar dia.

Meski demikian, ia menegaskan keamanan yang kondusif tetap menjadi kunci bagi kegiatan dunia industri di provinsi ini.

''Bagaimana pun kami harus mengantisipasi kemungkinan terburuk, misalnya masalah gangguan keamanan. Namun jika melihat pengalaman pemilu sebelumnya, saya kira ekspor Jateng tidak akan terpengaruh,'' tutur dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng menunjukkan sepanjang 2003 total ekspor Jateng mencapai 1,5 miliar dolar AS. Nilai ekspor itu meningkat sekitar 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebesar 1,4 miliar dolar AS.

Dari jumlah tersebut AS masih menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai 299,5 juta dolar AS. Disusul Jepang 140,8 juta dolar AS dengan total volume 300,45 juta ton, Singapura 97,8 juta dolar AS dengan volume 205,12 juta ton, Jerman 79,8 juta dolar AS dengan volume 39,17 juta ton, sedangkan Inggris 60,48 juta dolar AS dengan volume 27,5 juta ton.

Mebel dan TPT

Sukaton menjelaskan tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya ekspor Jateng masih didominasi oleh dua komoditas unggulan, yakni mebel serta tekstil dan produk tekstil (TPT).

Persentasenya mebel 20% dan TPT 36% dari seluruh total ekspor, sedangkan sisanya produk lain, contohnya agro, kerajinan, dan perkebunan.

Dia menyatakan, tujuan pasar ekspor masih berkutat ke negara-negara tradisional, yakni AS dengan persentase 22%, Eropa 15%, dan Jepang 8%. Sisanya tersebar di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Selatan.

''Kami berharap tahun depan pasar ekspor produk-produk Jateng bisa lebih menyebar,'' ujar dia.

Ekspor Jateng yang stabil, lanjut dia, juga menunjukkan kondisi perdagangan luar negeri yang dilakukan oleh pengusaha Jateng baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA), terus meningkat.

''Kondisi ini diharapkan bisa terus berlangsung karena dampaknya bisa sangat luas terhadap roda perekonomian Jateng,'' ungkap dia.

Ia mengharapkan para eksportir mulai beralih dan mengembangkan pasar ke negara-negara tujuan ekspor nontradisional, khususnya Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Sebab, selama ini Jateng masih mengandalkan pasar ekspor negara-negara tujuan ekspor tradisional, yakni Eropa Barat, AS, dan Jepang.

''Kita jangan terpaku kepada negara-negara tujuan ekspor tradisonal. Sebab peluang ekspor ke negara-negara tujuan nontradisional sangat besar. Kita harus memanfaatkan peluang itu,'' ucap dia.

Ia mengatakan, upaya meningkatkan ekspor terutama dalam era otonomi daerah perlu dukungan instansi lain. Daerah berperan besar dalam peningkatan ekspor tersebut. (G2-53i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA