
| Selasa, 24 Februari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Kencing Manis Penyakit MenahunYOGYAKARTA - Penyakit kencing manis (diabetes militus/DM) adalah penyakit hormon (metabolik endrokrin) yang menahun progresif. Hal itu disebabkan oleh kekurangan hormon insulin relatif/absolut, atau insulin normal/berlebih tetapi kurang sensitif. Bahkan kalau dibiarkan akan menimbulkan gejala-gejala trias DM (sering haus, sering lapar, banyak kencing) dan lemas-lemas terus. Berat badan juga akan menurun drastis dan ada gejala-gejala komplikasi organ yang meliputi mata, ginjal, jantung, saraf, dan lain-lain. Akhir-akhir ini banyak dilaporkan tentang kegagalan sekunder terhadap pemakaian obat DM tablet, terutama golongan sulfonilurea jangka panjang sehingga pengobatan penderita menjadi diabetes militus bergantung pada insulin/DM tipe 1 (DMTS). Demikian dijelaskan dr Mardi Santoso DTHM SpPD, kemarin. Ia mengatakan hal itu dalam disertasinya untuk memperoleh gelar Doktor Ilmu Kedokteran UGM Yogyakarta. Dalam ujian promosi Program Pasca-Sarjana UGM kemarin, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan sebagai doktor ke-546 UGM. Mardi Santoso mengatakan, kasus DM bergantung pada insulin pada kegagalan sekunder DMTD (DM tipe 2), yaitu kasus-kasus baru makin meningkat dengan lamanya menderita DMTD lebih dari 5 tahun. Dilaporkan telah ada kasus DMTS yang diagnosis awalnya DMTD, setelah 10-15 tahun menjadi penderita DMTS. Karena itu, tingkat ketergantungan pada insulin mencapai 10%-20% dengan komplikasi diabetes yang terlambat dan kekerapan rata-rata antara 20%-32%. Apabila terdapat komplikasi ginjal, kegagalan sekunder meningkat rata-rata sampai 50%. Data terbaru insidensi DMTD yang mengalami kegagalan sekunder belum ada dan kecenderungan adanya DM tidak bergantung pada insulin. Dia juga mengungkapkan, pada penderita DMTS klasik patogenesis terjadinya DMTS terutama karena adanya proses imunologis atau reaksi autoimun yang dapat menimbulkan efek destruksi pada sel beta pankreas sehingga terjadi defisiensi insulin absolut. Penderita DMTD yang telah mendapat terapi standar secara optimal, yaitu berupa perencanaan makan, OHO (obat penurun gula darah), dan olahraga, pada umumnya DM dapat terkendali baik atau sedang selama bertahun-tahun. Akan tetapi setelah 5-15 tahun terapi standar sebagian penderita DMTD tetap terkendali, sebagian penderita lain memerlukan monoterapi insulin untuk mengendalikan gula darah dan menghilangkan gejala akibat hiperglikemia (kadar gula tinggi) kronik. (P12-85n) |