logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Sala  
Line

Sejak 1980 Akperpan Alami Penurunan Mahasiswa

BOYOLALI- Akademi Pertanian Pandanaran (Akperpan) Kabupaten Boyolali, tahun 1980-an pernah mengalami masa kejayaan. Hal itu dapat dilihat dari penerimaan mahasiswa yang cukup tinggi. Namun, tahun selanjutnya terjadi penurunan.

''Indikasi ini dapat dilihat calon mahasiswa jurusan bidang pertanian sangat menurun. Ini seirama dengan kondisi bangsa dan negara yang tidak punya kemampuan untuk berdikari di bidang pangan atau produk pertanian,'' kata Direktur Akperpan Ir Marsudi, seusai mewisuda lulusan D3, belum lama ini.

Jumlah mahasiwa yang diwisuda 23 orang terdiri atas 18 pria dan lima orang wanita. Wisuda kali ini untuk kali kedelapan sejak tahun 1991.

Dari hasil inventarisasi terdapat lima mahasiswa yang mempunyai IP terbaik. Mereka adalah Isdaryanto (3,30), Sukiran (3,25), Sugiyanti (3,24), Muhamad Wasri (3,19), dan Dwi Haryanto (3,09).

Menurut Marsudi, sesuai dengan aspirasi yang berkembang serta kemampuan masyarakat, selain D3 juga dikehendaki jenjang pendidikan S1. Hal itu terbukti para lulusan D3 Akperpan banyak yang melanjutkan ke jenjang S1 di Solo, bahkan 23 yang diwisuda, sebelas orang di antaranya melanjutkan ke Fakultas Islam Batik, Surakarta.

''Sebenarnya kami bermaksud mengembangkan Akperpan menjadi bentuk pendidikan tinggi yang cakupannya luas. Misalnya, universitas atau perguruan tinggi. Namun, maksud hati memeluk gunung apa daya tangan belum sampai,'' katanya, tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut.

Karena itu guna melayani kehendak mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang S1, pihaknya merintis kerja sama dengan Universitas Islam Batik Surakarta.(shj-42s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA