logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Peta Pemilu 2004 di Jawa Tengah (7)

Jateng-4 dan Runtuhnya Kerajaan Kuning

DULU Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen dikenal sebagai basis kuat Golkar sepanjang pemilu di masa Orde Baru. Bahkan, dalam Pemilu 1982, Golkar mencapai kemenangan mutlak di Wonogiri, dengan perolehan suara 91,6 persen!

Begitu pula Sragen dan Karanganyar, meski perolehan suaranya masih di bawah 80 persen. Tidak mengherankan kalau ada yang menjuluki ketiga daerah itu sebagai ''Kerajaan Kuning.''Tetapi sejak tumbangnya Orde Baru, citra Golkar --sebagaimana pemandangan umum di daerah lain di Jawa-- juga ikut terbenam. Hanya saja, meski kalah dari PDI-P, Partai Golkar masih menempati peringkat dua di tiga kabupaten yang sekarang tergabung dalam Daerah Pemilihan (DP) Jateng-4.

Di Wonogiri misalnya, Golkar mampu mendulang 22,4 persen suara, sedangkan PDI-P 56,0 persen suara. Untuk Provinsi Jateng, perolehan suara di atas 20 persen itu merupakan prestasi yang bagus. Sebab pada sebagian besar daerah, peringkat kedua lebih banyak ditempati PPP atau PKB. Sedangkan Partai Golkar kalau tidak di urutan ketiga, ya keempat, dengan suara kurang dari 15 persen.

Sedangkan di Sragen, Golkar memperoleh dukungan 15,1 persen suara. Bandingkan dengan PDI-P yang meraih 53,6 persen. Suara Golkar di Karanganyar malah makin terbenam, karena PDI-P amat dominan (56,8 persen). Sebaliknya, perolehan suara Partai Golkar kurang dari 15 persen.

Kemerosotan suara yang dialami Golkar ini memang wajar, mengingat tiga daerah ini sejak dulu dikenal sebagai basis PNI. Pada Pemilu 1955, 43,7 persen rakyat di Karanganyar mendukung PNI. PKI pun memperoleh suara cukup banyak (26,1 %), sementara Partai Masyumi hanya kebagian 7,9 persen.

Basis PNI di Sragen juga sangat kuat. Pada Pemilu 1955, PNI meraih 59,9 persen suara. Angka ini hampir sama dengan perolehan PDI-P pada Pemilu 1999. Fenomena serupa juga terjadi di Wonogiri. Dulu dua partai besar, PNI dan PKI, menguasai Wonogiri; masing-masing meraih 46,1 dan 39,2 persen suara.

Kursi Kecil

Kemerosotan perolehan suara Partai Golkar dalam pemilu lalu menyebabkan jumlah kursi di DPRD kabupaten sangat kecil. Di DPRD Wonogiri, partai tersebut hanya mendapat sembilan kursi; kalah jauh dari PDI-P yang menguasai 23 dari 45 kursi Dewan.

Persaingan antara kedua partai nampaknya masih akan terjadi pada pemilu nanti.

Ketua DPD II Partai Golkar, dr Y Sumarmo, optimistis momentum Pemilu 2004 akan menjadi titik kebangkitan kembali partainya. ''Kami optimis setidaknya sekitar 40 persen pemilih Wonogiri akan mencoblos Partai Golkar. Syukur-syukur kalau lebih,'' katanya.

Sumarmo memprediksi akan terjadi gelombang arus balik. Artinya massa yang dulu pernah meninggalkan Partai Golkar, akan tersadarkan kembali. Sebab, masyarakat sangat mendambakan kehadiran pemerintah yang aman, kuat, bersih dan berwibawa, yang mampu memberikan kemudahan bagi rakyat dalam memperoleh rezeki, sandang- pangan-papan, dan gampang mencari pekerjaan.

Seperti Bonsai

Optimisme serupa juga diembuskan salah seorang pengurus DPD II Sragen. Menurut dia, pencantuman Drs Sri Busono MM (mantan bupati Sragen) sebagai caleg urutan kedua untuk DPRD Provinsi sangat strategis. Sedangkan di DPRD kabupaten, kursi yang dulu hanya lima harus bertambah.

Tapi prediksi kebangkitan Partai Golkar ditanggapi miring oleh Ketua DPC PDI-P Wonogiri, Sugimin Djoko Suwondo ST. ''Sebab menurut filosofi yang saya pahami, mustahil Pohon Beringin yang telanjur mengecil dapat kembali tumbuh membesar. Mana ada bonsai yang tumbuh membesar lagi?,'' katanya.

Sugimin, mengingatkan, situasi dan kondisi negara dan bangsa menjadi terpuruk seperti sekarang, karena warisan kebobrokan Orde Baru yang sedemikian kronis. Sehingga butuh waktu lama untuk memperbaikinya. (Langgeng Widodo, Anindito, Bambang Pur-48)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA