
| Senin, 23 Februari 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Tak Kecil Hati di Nomor EmpatPADA Pemilu 2004 ini, akan banyak artis yang menjadi caleg. Karena itu, masyarakat diingatkan agar berhati-hati dan rasional dalam menggunakan hak pilihnya agar tidak salah pilih. ''Kalau sampai salah pilih, kita akan menanggung beban paling tidak sampai lima tahun ke depan,'' kata artis kawakan tahun 1970-an, Dien Novita di Yogyakarta, Sabtu (21/2) lalu. Dia mengaku senang melihat banyaknya artis muda yang terjun ke dunia politik. Namun, kata dia, terjun ke dunia politik itu bukan pekerjaan mudah. Dia pun berharap artis yang masuk panggung politik bukan sekadar mengharapkan quota perempuan yang minimal 30 % itu. ''Semuanya harus mempersiapkan diri secara baik,'' ujar Dien. Sama seperti adiknya yang tak kalah cantik, almarhum Tanti Yosepha, Dien pun berasal dari Kampung Demangan, Yogyakarta. Selain pulang kampung, ia selama seminggu ini berada Kota GUdeg itu untuk membangkitkan gairah musik tradisional Kulintang. Bersama grup Kulintangnya, Celebrity Club, ia ikut bermain di pedesaan Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Yogyakarta. Bersama grupnya, antara lain tampil juga Sultan Ternate, Drs Mudaffar Syah KcHk. Mbak Dien, sapaan akrabnya, mungkin merupakan gambaran sulitnya perempuan menembus panggung politik. Ia yang sudah malang melintang di Partai Golkar sekitar 30 tahun saja masih ditempatkan sebagai Caleg DPR RI urutan nomor empat. Ia dicalonkan untuk daerah pemilihan provinsi DIY. Meski hatinya agak kesel atas pengurutan itu, tapi mau bagaimana lagi. Sebab, berturut-turut saingan di atasnya adalah GBPH Joyokusumo. Selain orang DPP, ia juga merupakan tokoh keraton yang harus dihormati. Ada juga Drs Adi Sutrisno (Wakil Sekjen), dan Drs Sudarno (Ketua DPD PG DIY). Toh Mbak Dien tidak kecewa. Juga ketika tiba-tiba ada artis muda yang langsung berada di nomor jadi. Sebab, baginya, segala sesuatunya harus diperjuangkan. (P58-79) |