
| Senin, 23 Februari 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
COBLOSANSiswono-Guntur Capres PNI MarhaenismeJAKARTA - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudhohusodo dan Guntur Soekarnoputra mendapat dukungan sama kuat untuk menjadi capres PNI Marhaenisme dengan persentase sama-sama 30 persen suara DPD PNI Marhaenisme. Rapimnas PNI Marhaenisme di Jakarta, Minggu malam, menetapkan capres partai ini. Perdebatan tentang capres tersebut berjalan alot karena tidak hanya dua nama itu yang muncul ke arena Rapimnas. Selain nama Siswono dan Guntur, DPD PNI Marhaenisme juga mencalonkan Ketua Umum Partai Indonesia Tanah Air Kita (Pita) Dimyati Hartono, Ketua Umum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri dan Ali Sadikin. Mantan gubernur DKI ini diajukan DPD PNI Marhaenisme DKI dan Banten. Sebelumnya, Siswono menyatakan, jika PNI Marhaenisme mencalokannya dirinya menjadi calon presiden pada Pemilu 2004, hal itu merupakan kehormatan baginya. Dia mengakui tidak meminta orang untuk mencalonkan dirinya. (ant) KPU Beri Akreditasi 12 Pemantau
JAKARTA- Hingga pekan lalu, data pemantau pemilu yang mendaftarkan diri ke KPU dan mendapatkan akreditasi pemantauan, ada 12 buah. Anggota KPU Valina Singka Subekti di Gedung KPU kemarin menyatakan, ketujuh pemantau yang lebih dulu mengantongi akreditasi Komite Pemantau Pemilu Rakyat Miskin (KPP Prakin), Lembaga Kajian dan Informasi Pemilu (LKIP), Masyarakat Peduli Pemilu (Mapelu), Transparansi Internasional Indonesia (TII), Komite Pemantau Pemilu Garuda Santri Nusantara (KPP Garsanta), Forum Rektor Indonesia-Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia (FRI-YPSDM), Komite Buruh Independen Pemantau Pemilu (Kobu Intalu). Sementara itu, lima pemantau yang baru dinyatakan memenuhi syarat melakukan pemantauan pada Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD antara lain Jamus Negeri (Yayasan Mustika Negara Republik Indonesia), Kantor Berita Radio 68H, Forum Peduli Indonesia (Fopin), Forum Komunikasi Penerus Pejuang Kemerdekaan Indonesia (FKPPK), Lembaga Independen Pemantau Pemilu (LIPP). (bn-74i)
NAD Siap Hadapi PemiluBANDA ACEH- Kendati darurat militer masih diberlakukan, Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sudah siap menghadapi Pemilu 2004. Bahkan jika pengadaan kotak suara serta bilik suara tidak bisa didistribusikan ke Aceh, Pemprov siap mengusahakannya sendiri. ''Kalau kotak dan bilik suara dari pusat ternyata tidak bisa diberikan ke Aceh pada waktunya, kami siap untuk membuatnya sendiri. Namun kami harus diberitahu lebih cepat. Jika memang sudah ada petunjuknya, kami siap melakukannya,'' kata Gubernur NAD, Abdullah Puteh, akhir pekan lalu.(ant-48) |