
| Senin, 23 Februari 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Banyak Caleg Perempuan MundurJAKARTA- Karena kondisi yang diharapkan sejak awal meleset, banyak caleg perempuan yang kehilangan kepercayaan diri. Bahkan, beberapa di antaranya memilih mengundurkan diri. ''Sedikit sekali caleg perempuan yang ditempatkan pada nomor urut jadi,'' kata Menneg Pemberdayaan Perempuan, Sri Redjeki, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR. Menurut dia, partai-partai cenderung mengabaikan kuota keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen. Sebab, hanya empat dari 24 partai yang memenuhi kuota itu. ''Dari 7.756 caleg yang diajukan partai-partai peserta pemilu, tercatat hanya empat partai yang memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen,'' katanya, dalam acara yang berlangsung di Gedung DPR, baru-baru ini. Umumnya pengurus parpol mengaku kesulitan merekrut serta menyeleksi perempuan yang potensial sebagai kader partai dan calegnya. Banyak alasan yang diangkat, misalnya keterbatasan jumlah SDM perempuan yang dapat diajukan sebagai caleg. ''Mungkin karena anggapan selama ini bahwa politik merupakan urusan laki-laki. Selain itu, sedikit sekali perempuan yang aktif di parpol, sehingga sulit bagi parpol untuk secara tiba-tiba mencantumkan mereka dalam nomor urut jadi. Sebab hal itu akan menimbulkan konflik intern parpol,'' tambahnya. ''Kami berupaya mendorong maupun memfasilitasi untuk kampanye atau mencari dukungan dari pemilih agar mau memilih caleg perempuan. Selain itu, kami menyadarkan caleg perempuan bahwa masih ada peluang apabila mereka memperoleh suara sejumlah BPP (bilangan pembagi pemilih),'' katanya. (ant-48) |