
| Senin, 23 Februari 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Jalan Sehat PDI-P, Simpanglima Memerah
SEMARANG-Ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) se-Kota Semarang memadati Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Minggu (22/2). Dengan mengenakan kaus merah bergambar banteng gemuk dalam lingkaran (lambang PDI-P-Red) dan gambar Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, massa berjoget dan dihibur musik dangdut setelah melakukan jalan sehat. Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH SE hadir dalam kegiatan itu. Dengan mengenakan jas hitam dengan emblem gambar PDI-P di dada kiri, topi merah dan celana hitam, dia terlihat sumringah. Orang nomor satu di Kota Semarang itu sebelum mengawali pengundian hadiah jalan sehat menerima potongan tumpeng kuning dari Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko SH. Sebelumnya tumpeng ulang tahun itu dipotong Ketua DPC PDI-P Kota Semarang, H Sriyono SSos. Wali Kota selanjutnya melepas balon menandai puncak peringatan ulang tahun tersebut. Salam komando ala militer diperagakan antara Murdoko dan Sukawi Sutarip. Sementara itu, Panwas Pemilu Kota Semarang belum bisa menyimpulkan apakah dalam jalan sehat PDI-P itu telah terjadi pelanggaran kampanye di luar jadwal atau belum. Panwas masih akan melakukan pleno pada Selasa (24/2) besok. Ribuan massa itu sejak pukul 07.00 berkumpul di enam pos pemberangkatan. Ke enam pos itu, yakni di Jalan Madukoro (dari arah barat), Jalan Pemuda (depan Balai Kota), Jalan Gajahmada, Panti Marhaenisme (Jl Majapahit), depan Taman Budaya Raden Saleh Jl Sriwijaya, dan halaman Kantor PAC Gajahmungkur. Tanpa Orasi Kedatangan Wali Kota, kata dia, atas undangan DPC PDI-P. ''Sebenarnya yang diundang Muspida plus. KPU dan Panwas Pemilu Kota juga kami undang. Mungkin karena sulit masuk, yang datang akhirnya hanya wali kota,'' ujar dia. Dia mengatakan, panitia menghindari betul agar penyelenggaraan jalan sehat itu tidak dinilai kampanye di luar jadwal. Bendera PDI-P tidak dipasang dan orasi pun tidak dilakukan. Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko SH menuturkan, soal melanggar atau tidak dia serahkan pada DPC. ''Saya dan DPC sudah berkoordinasi dengan KPU dan Panwas Pemilu bahwa kegiatan ini bukan kampanye.'' Dia mengatakan, setelah mengamati pelaksanaan acara itu, unsur-unsur pelanggaran kampanye tidak ditemukan. Lagi pula kegiatan seperti itu merupakan kegiatan rutin setiap peringatan HUT PDI-P. Setiap tahun jalan sehat diadakan dan tidak hanya menjelang pemilu. Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE seusai menghadiri acara itu menjelaskan, dirinya datang pada acara itu sebagai kader PDI-P, bukan wali kota. Bila ada kesan dari masyarakat bahwa dirinya tidak netral lagi, dia menyangkalnya. Dia menyatakan, sebagai wali kota bila ada undangan seperti ini dari partai politik pun, dirinya siap datang. ''Kebetulan kali ini saya sebagai kader PDI-P. Seandainya ada undangan dari partai politik lain dalam kapasitas sebagai wali kota akan saya datangi juga. Itu sering saya lakukan sebagai wali kota.'' Dia menambahkan, acara itu bukan kampanye, melainkan jalan sehat yang dilakukan kelompok masyarakat. Karena itu, tidak ada orasi politik, hanya pembagian doorprize. Sebelumnya, sebagai wali kota dirinya sudah bertanya ke KPU, apakah kegiatan jalan sehat PDI-P itu melanggar atau tidak. ''Karena KPU menjawab tidak, jalan sehat di Simpanglima saya perbolehkan. Kalau melanggar ya dilarang,'' ujarnya. Bagaimana dengan partai politik lain yang menyelenggarakan kegiatan serupa di Simpanglima? Sukawi menjelaskan, bila partai politik lain akan menyelenggarakan acara seperti itu dipersilakan. ''Tidak ada masalah, tapi jangan ada orasi politik dan tidak melanggar unsur-unsur kampanye,'' katanya. (G17-64e) |