
| Senin, 23 Februari 2004 | Berita Utama |
Fofee Absen, Pertahanan Keropos
SEMARANG-Absennya Fofee Camara ternyata berpengaruh besar terhadap pertahanan PSIS Semarang. Saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Jatidiri kemarin, koordinasi lini belakang kurang solid, sehingga mudah ditembus pemain-pemain lawan. Akibatnya, mereka gagal meraih poin penuh. Di depan pendukungnya sendiri, Sasi Kirono dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang 2-2 (2-2). Dua gol tuan rumah dicetak oleh Indriyanto Nugroho, masing-masing pada menit ke-8 dan ke-39. Panitia dan penonton menobatkan mantan pemain Persijatim Solo FC itu sebagai man of the match. Adapun gol tim tamu dihasilkan oleh pemain asing asal Cile Christiano Lopez pada menit ke-5 dan Firman Utina pada menit ke-22. Tentu hasil tersebut membuat kecewa manajemen tim dan pelatih. "Saya jelas kecewa dengan hasil ini. Seharusnya kami bisa meraih angka penuh," ungkap Soetadi seusai pertandingan. Kekecewaan Soetadi sangat beralasan. Pada menit ke-61, lawan hanya bermain dengan 10 orang setelah N'Dollar diberi kartu merah wasit Ikrom Ohorela. Permainan pun lebih banyak dikuasai pasukan Mahesa Jenar. Namun, peluang-peluang yang ada gagal dimanfaatkan dengan baik. Sebenarnya permainan PSIS relatif tidak mengecewakan. Mereka langsung menggebrak pertahanan Persita yang digalang Leo Soputan. Kombinasi serangan yang digalang Ricardo Bonavides, Bambang Harsoyo, dan Darwin Perez begitu memikat. Bahkan, Ricardo demonstratif mempermainkan bola, sehingga sangat menghibur sekitar 25.000 penonton yang memadati Stadion Jatidiri. Sayang, pada awal babak pertama itu mereka terlalu asyik menyerang dan melupakan pertahanannya. Akibatnya, serangan lawan pada menit ke-5 berhasil membobol gawang I Komang Putra. Gol tersebut berawal dari tendangan bebas ke arah gawang. Christiano yang berdiri bebas di depan gawang Komang pun langsung menanduknya. Bola menyentuh mistar dan masuk setelah membentur badan Komang. Bergelombang Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Tiga menit kemudian, Indriyanto Nugroho mampu menyamakan kedudukan. Bola tendangan Roberto Kwateh yang membentur mistar gawang disundul Indriyanto Nugroho yang berada di depan gawang, 1-1. Gol tersebut membuat motivasi para pemain PSIS semakin tinggi. Serangan bergelombang pun kembali dilakukan Ricardo Bonavides ke pertahanan runner-up KLI VIII itu. Beberapa peluang emas pun tercipta. Sayang, bola heading Diallo Abdoulaye Djibril melintas beberapa sentimeter dari mistar gawang Persita yang dijaga Sopian Hadi. Koordinasi lini belakang PSIS yang kurang solid ternyata dimanfaatkan secara baik oleh tim tamu. Padahal, mereka hanya mengandalkan kecepatan Ilham Jayakesuma di lini depan. Serangan-serangan balik yang cepat menjadi andalan anak-anak asuhan M Basri itu. Pada menit ke-22, serangan balik itu membuahkan hasil. Ilham Jayakesuma yang mendapat bola dari lapangan tengah membawa bola sendiri ke daerah pertahanan PSIS. Riswandi yang mencoba mengadang dilewatinya. Begitu berada di depan gawang Komang, dia mengumpankan bola kepada Firman Utina yang datang dari sisi kiri. Bola dengan mudah dilesakkan ke gawang oleh Firman yang tidak terkawal. Gol kedua itu membuat tuan rumah mulai berhati-hati dalam membombardir lawan. Intensitas serangan pun berkurang. Kondisi tersebut dimanfaatkan pemain Persita untuk ganti menekan. Beruntung, pada menit ke-39, Indriyanto kembali mencetak gol, 2-2. Semangat dan kepercayaan diri pemain PSIS kembali meningkat. Namun, hingga turun minum, kedudukan tidak berubah. Permainan keras menjurus kasar mewarnai pertandingan di babak kedua. Akibatnya, pada menit ke-61, pemain lini tengah Persita N'Dollar diganjar kartu merah setelah sebelumnya mendapat kartu kuning. Kekuatan Persita semakin berkurang dengan digantinya Christiano Lopez oleh Yusuke Sasa. Pemain asal Jepang itu kurang bisa menghidupkan serangan. Bahkan, Persita berkesan cenderung bertahan. Sayang, PSIS yang terus menyerang dan mengurung pertahanan gagal menambah gol hingga pertandingan berakhir. (H13-22e) | |||||