logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Tak Miliki Keteladanan Jangan Mimpi Jadi Capres

Aa Gym - SM/dok

JAKARTA-Puluhan ribu muslim berzikir bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu, memperingati tahun baru Islam 1 Muharam 1425 Hijriah. Dalam acara bertajuk "Indonesia Berzikir Damailah Negeriku" itu hadir pula Wakil Presiden Hamzah Haz, Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi, dan pemuka Islam dari Amerika Serikat Ishak Karbani.

Dalam sambutannya Wapres mengatakan, berbagai bencana alam, wabah penyakit, dan krisis moral telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia. Semua bencana itu merupakan azab atau hukuman dari Allah untuk mengingatkan umat Islam agar kembali ke jalan-Nya.

Dia menyesalkan berbagai kehidupan di masyarakat yang jauh dari ajaran agama. Kondisi itu jangan terus terjadi. Karena itu, dengan berzikir diharapkan hati kita menjadi bersih dan kita diampuni oleh dari Allah swt.

Sementara itu, Ustad Muhammad Arifin Ilham yang memimpin zikir mengingatkan, zikir mutlak diperlukan karena manusia sering lupa atau bahkan menjadi pelupa. Dia juga menyoroti berbagai bencana alam dan wabah penyakit serta krisis akhlak sekarang.

Dia mengatakan, setinggi apa pun ilmu yang dicapai, sebanyak apa pun zikir yang dilakukan, jika belum bisa menciptakan akhlak mulia, manusia belum disebut beriman. "Karena itu, marilah kita siapkan batin kita, luruskan niat, panjatkan doa, memohon ampunan dari Allah swt," katanya.

pada saat berzikir banyak peserta menangis, bahkan meraung-raung tak kuasa menahan getar hati, begitu pula dengan Muhamad Arifin Ilham.

Masalah Capres

Sementara itu, Aa Gym mengatakan, orang tanpa memiliki teladan-paling tidak untuk dirinya sendiri-jangan bermimpi menjadi calon presiden (capres) atau pemimpin yang ingin memperbaiki bangsa.

"Alangkah baiknya, calon presiden, calon menteri, partai-partai yang berlomba dalam pemilu bisa memberikan teladan. Tanpa keteladanan sama dengan mimpi membangun bangsa ini," katanya

Dia menegaskan, siapa pun yang berbicara membangun bangsa tanpa memiliki keteladanan, sama dengan bermimpi. "Bagaimana memimpin orang banyak kalau memimpin dirinya saja tidak sanggup? Bagaimana memimpin negeri berpenduduk 200 juta lebih kalau tidak bisa memimpin dirinya sendiri?" katanya.

Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung itu kemudian merujuk teladan Nabi Muhammad saw yang bisa membawa umat Islam dari zaman jahilyah menjadi zaman kemuliaan. Dia menyebutkan ada lima teladan yang dimiliki Nabi Muhammad saw.

Pertama, yakin pada Allah swt sebagai akidah dan fondasi yang kuat. Kedua, memiliki akhlaqul karimah (ahlak yang mulia) dan ketiga cinta ilmu. Keempat, bisa memberikan bukti dan solusi, tidak hanya berbicara dan berkomentar terhadap berbagai masalah. Kelima, rela berkorban.

Mengenai sikap kerelaan berkorban, Aa Gym mengingatkan dengan sindiran, Indonesia bisa meraih kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang karena rakyatnya rela berkorban. Namun, kini bangsa Indonesia sakit karena banyak orang yang mengorbankan orang lain untuk kepentingannya sendiri.

Karena itu, kata dia, para calon presiden atau pemimpin bangsa atau pemimpin keluarga sekalipun, tanyakan pada diri sendiri apakah sudah bisa menjadi teladan.

Citra Islam

Aa Gym juga mengingatkan, umat Islam Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Barang siapa yang membangun bangsa Indonesia di jalan Allah swt sama dengan membangun citra Islam. "Andaikata bangsa kita dikenal sebagai bangsa bermartabat, makmur, dan sejahtera, dunia melihat umat Islam dapat menjadi solusi sebagai suatu bangsa. Sebaliknya, bila citra umat Islam buruk, dunia pun akan melihat ternyata umat Islam belum bisa menjadi solusi bagi bangsanya," kata tokoh yang masuk dalam polling capres di televisi itu.

Dia mengatakan, ada contoh yang bisa ditiru untuk membangun bangsa, yakni Rasulullah Muhammad saw yang bisa membawa umat Islam dari zaman jahiliah menjadi zaman kemuliaan. "Kunci terpenting dalam pembangunan bangsa dan umat adalah keteladanan," katanya.

Sementara itu, di Masjid Al Barqah, Assafiiyah, Jaksel, ribuan umat Islam juga melaksanakan zikir bersama. Hadir dalam acara itu, KH Zainuddin MZ, mantan Menteri Agama Tarmizi Tahir, dan Ketua Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid.

Di Semarang

Sementara itu, ribuan orang menghadiri acara Haflah Khotmil Quran dan Harlah Ke-5 Pondok Pesantren (Ponpes) Al Uswah, Kebonmanis Pakintelan Gunungpati Semarang, Minggu (22/2). Acara ini sekaligus untuk memperingati Tahun Baru Hijriah, 1 Muharam 1425 H.

Sejak pagi hari, masyarakat dan tamu undangan berbondong-bondong mendatangi kompleks pesantren di tengah areal persawahan itu. Tiga ribu kursi yang disediakan panitia tak mampu menampung para tamu, sehingga mereka ditempatkan di dalam Masjid Al Uswah.

Dalam kesempatan itu, diselenggarakan wisuda 80 siswa Taman Pendidikan Alquran Al Uswah. Para siswa itu telah menyelesaikan pendidikan satu semester. Adapun khataman Alquran (khatmil Quran) dilakukan 30 santri. Mereka membaca Alquran 30 juz baik dengan hafalan (bilghaib) maupun membaca dengan melihat (binnadlar). Sebagai acara penu-tup adalah pengajian akbar dengan pembicara KH Suudi dari Pekalongan.

Pengasuh Ponpes Al Uswah KH M Muchlisin menyebutkan, peringatan Tahun Baru Hijriah merupakan agenda setiap tahun. Hal itu selain untuk menyemarakkan 1 Muharam juga melaksanakan syiar Islam. ''Perayaan 1 Muharam harus menggunakan cara-cara yang islami,'' tutur dia.

Ponpes Al Uswah didirikan KH M Muchlisin pada 1997 di atas tanah wakaf 2 ha. Saat ini Al Uswah mengelola beberapa lembaga pendidikan, seperti TPQ, SMP, SMU yang memiliki 200 siswa. (ant,roe-64e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA