logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Rekor Siaran Radio Terlama Pecah Lagi

Semarang 40 Jam, Bandung 71 Jam

BANDUNG- Rekor siaran radio terlama yang sebelumnya diukir dua penyiar RCT FM Semarang, Dayan Rusmiyanto dan Ferry Irwansyah, selama 40 jam pada awal tahun baru lalu, terpecahkan. Pada Minggu malam, dua penyiar dari Radio Cosmo Bandung, Bintang Lazuardi dan Noorahaliza mampu melakukan siaran berpasangan selama 71 jam, dari target semula 80 jam nonstop.

Meski demikian, target 80 jam itu terpenuhi karena Bintang Lazuardi melanjutkannya seorang diri hingga pukul 18.20. Karena itu, selain mengukuhkan rekor siaran radio terlama berpasangan, Museum Rekor Indonesia (Muri) juga mencatat rekor siaran radio terlama atas nama pria lajang berusia 25 tahun tersebut.

Noorahaliza (35) harus mengakhiri siarannya pada Minggu (22/2) sekitar pukul 09.20. Sebab dia tidak mampu menahan kantuk dan keseimbangan diri, meski secara fisik, seperti diutarakan tim dokter, masih layak melanjutkan.

"Namun apa pun, saya tetap bersyukur. Saya merasa lebih siap menatap kehidupan di tahun baru ini setelah belajar ikhlas dengan bersiaran seperti ini," kata ibu dua orang anak yang berkerudung itu.

Siaran radio terlama itu sendiri memang dimaksudkan untuk menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1425 H. Karena itu, tema pemecahan rekor ini adalah "Siaran Nonstop 80 Jam Mencari Cinta di Jalan Allah." Kegiatan sendiri berlangsung sejak Kamis (19/2) pada pukul 10.20.

Sementara itu Bintang Lazuardi, di tengah kelelahan yang luar biasa, baik fisik maupun pikiran, tidak mampu menyembunyikan rasa gembiranya kendati tidak mampu terekspresikan secara penuh.

Setelah 35 menit terakhir mendapat bantuan oksigen, dan lebih banyak duduk, dia lebih banyak menitikan airmata sebagai tanda syukur. "Ini benar-benar mukjizat dari Allah. Sebenarnya kondisi saya sudah berat, tapi saya yakin mampu," katanya seusai siaran dengan suara yang relatif masih segar.

Selain kru Radio Cosmo dan keluarganya, dukungan juga datang dari penggemar setia radio tersebut. Sorak sorai, teriakan pembangkit semangat dilihatnya dari kaca studio. Beberapa di antaranya malah mengeluarkan air mata, terharu oleh perjuangan Bintang.

Bagi pria agak tambun itu, capaian rekornya juga membalikkan kesan yang selama ini menempel pada dirinya. Di kalangan koleganya, Bintang dikenal suka tidur bahkan di kendaraan umum sekalipun.

Widayati dari Muri menjelaskan selama siaran berlangsung sudah diputar sebanyak 522 tembang beragam aliran. Sebanyak 472 di antaranya diputar saat Noora dan Bintang bersiaran.

Ketat

Muri sendiri memberlakukan aturan ketat. Urine keduanya diperiksa tiap 5 jam untuk mengetahui zat doping termasuk kopi. Bila itu kedapatan, siaran mereka didiskualifikasi.

"Selain itu mereka tak boleh berhenti bercuap-cuap, terutama saat tembang sudah selesai diperdengarkan, sekalipun keduanya sedang di kamar mandi. Mereka mesti tetap bicara melalui handphone," kata Widayati.

Bahkan saat Bintang harus shalat jumat, dia tetap bersiaran sebelum khatib naik mimbar. Bagi mereka berdua, posisi kritis adalah pada saat pukul 02.00-04.00 ketika kantuk datang hebat melanda, sedangkan kondisi menurun.

Di rentang waktu tersebut, halusinasi sempat mereka alami. Bintang seolah melihat sesosok nenek-nenek, melayang. Adapun Noora melihat kejadian yang akan datang. Dia melihat dirinya sedang diperiksa dokter. Benar saja, Minggu siangnya hal itu dialaminya.

Keduanya, belum sempat beristirahat. Bahkan terlihat masih wira-wiri, meski harus didampingi rekannya, termasuk saat naik panggung setinggi satu meter untuk menerima penghargaan dari Muri.(dwi-78i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA