logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Penderita DB di Jatim 1.720 Pasien, 56 Meninggal

SURABAYA - Tak Cuma DKI Jakarta dan Jateng yang diserang wabah penyakit demam berdarah (DB). Jumlah penderita DB di Jatim juga sangat tinggi, yakni mencapai 1.720 orang. Dari jumlah tersebut, 56 penderita meninggal dunia.

Karena itu, wabah DB memperoleh perhatian serius dari Pemprov Jatim. Dalam konteks menanggulangi penyakit itu, Pemprov mengambil kebijakan pengobatan gratis bagi penderita DB di rumah sakit pemerintah. "Kebijakan ini berlaku untuk pasien di kelas III di rumah sakit pemerintah," kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Bambang Giatno, kepada wartawan di Surabaya, baru-baru ini.

Kebijakan pembebasan biaya perawatan penderita DB di rumah sakit pemerintah tersebut berakibat Pemprov harus mengucurkan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Selain itu, Pemprov melalui Dinas Kesehatan memberikan bantuan berupa obat-obatan dan obat pembasmi nyamuk penyebab DB. Antara lain, pembasmi Vector, 2.000 liter Malathion, 1.600 Cynov, 3.000 kg Abate, dan 150 Resigen. "Kami memiliki anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk penanggulangan penyakit berbahaya. Anggaran tersebut kami pakai untuk menanggulangi DB."

Mengenai jumlah korban sebanyak 56 orang, Bambang Giatno mengemukakan, sampai Kamis (19/2), berdasar data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan se-Jatim diketahui bahwa korban meninggal sebanyak 46 orang. Namun data yang dikumpulkan sampai Jumat (20/2) menyebutkan, jumlah yang meninggal dunia mengalami peningkatan, yakni sebanyak 56 orang. "Data tersebut berdasar laporan seluruh rumah sakit (RS) se-Jatim," tambahnya.

Jumlah penderita DB tertinggi terjadi pada Januari 2004, yakni sebanyak 1.287 orang. Pada Februari sampai tanggal 20 ini sebanyak 433 orang. "Persentase angka kematian bulan Februari lebih tinggi yakni 4,1%, sedangkan Januari sebesar 2,9%."

Kabupaten Kediri menempati peringkat pertama jumlah penderita DB. Pada Januari jumlah penderita DB di Kediri sebanyak 162 orang, meninggal dunia 11 orang. Pada Februari 2004, jumlah penderita 224 orang, meninggal dunia 5 orang. Di Nganjuk jumlah penderita pada Februari 2004 sebanyak 164 orang, meninggal dunia 11 orang. Pada bulan Januari 2004, jumlah penderita 79 orang, meninggal dunia 6 orang. (G14-78n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA