
| Senin, 23 Februari 2004 | Berita Utama |
Suran Pecahkan Banyak Rekor MuriJAKARTA-Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk kali kesekian sejak 1992 menggelar acara Kirab Ageng Suro Sabtu (21/2). Acar itu digelar menyambut datangnya 1 Muharam 1425 Hijriah dalam kalender Islam atau 1 Sura 1937 Caka dalam kalender Jawa. General Manager TMII Drs Wibisono Singgih mengatakan acara tahunan ini merupakan komitmen TMII dalam melestarikan budaya bangsa. Selain itu untuk memohon perlindungan bagi keamanan dan kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia. "Kirab Ageng Suro 2004 sangat relevan bagi bangsa Indonesia dalam tahun penuh tantangan ini. Tahun ini kita akan menghadapi pesta demokrasi pemilu memilih wakil rakyat dan pemilihan presiden-wakil presiden secara langsung," katanya. . Wibisono mengakui inspirasi acara ritual itu dari kebudayaan Jawa. Tetapi diikuti pula oleh berbagai elemen kebudayaan di tanah air yang ada di TMII. Selain perwakilan dari anjungan daerah, seperti Sumatera Barat, Bengkulu dan DKI Jakarta, kirab juga diikuti Himpunan Penghayat Kepercayaan (kepada Tuhan YME), Forum Komunikasi Paranormal, Komunitas Seni Peduli Betawi, dan Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia. Pecahkan Rekor Acara dimeriahkan pemecahan rekor-rekor baru Muri (Museum Rekor Indonesia). Antara lain pembuatan Wayang Bathara Kala Terbesar setinggi tiga meter, berat 20 kilogram, dan Tumpeng Kerak Telor Terbesar pada penggorengan dengan garis tengah 5,1 meter. Tumpeng ini menggunakan 2.004 butir telor sebagai tanda kebesaran Suro/Muharam 1425 H, dan disiapkan untuk habis dimakan oleh 2.004 orang. Dalam acara itu membawa tumpeng untuk dilombakan dan di-"royokan" (diperebutkan) oleh peserta maupun penonton yang menyaksikan acara tersebut. Menurut Wibisono, Kirab Ageng adalah peristiwa gelar budaya spiritual warisan budaya luhur sejak jaman Majapahit, Sultan Agung, Paku Buana I-XII, Hamengku Buana I-X, dan kejayaan potensi budaya spiritual masa kini yang terwadahi di TMII sejak 1992.(ant-64) |