
| Senin, 23 Februari 2004 | Berita Utama |
PKS Siapkan Kampanye Peduli LingkunganSEMARANG-PK Sejahtera menyiapkan model kampanye peduli lingkungan selama kampanye mendatang. Model kampanye itu tak berorientasi show force massa semata, tetapi lebih menitikberatkan pada aspek utilitasnya bagi masyarakat. Humas DPW PK Sejahtera Jateng Tourmalina TN mengatakan, selama ini kampanye pemilu sering identik dengan pengerahan massa. Karena itu kerap muncul kesan, kampanye itu hura-hura politik berbiaya tinggi tanpa efek kegunaan bagi lingkungan. ''Kampanye malah menjadi momentum yang dianggap meresahkan, bahkan menakutkan bagi sebagian masyarakat karena rawan konflik,'' kata dia, kemarin. Karena itu, pada masa kampanye terbuka nanti, pihaknya menyelenggarakan model kampanye peduli lingkungan secara fisik, sosiologis, dan psikologis. Secara fisik maksudnya, kampanye terbuka nanti tetap memperhatikan kelestarian lingkungan tempat penyelenggaran kampanye. Bahkan mereka akan berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dengan serangkaian program khusus. Secara sosiologis artinya, bentuk kampanye akan diarahkan agar berdampak sosial secara konkret bagi masyarakat. Selain memberikan pendidikan politik rakyat, juga dilaksanakan program kampanye yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Secara psikologis maksudnya, kata dia, kampanye yang digelar PK Sejahtera nanti didesain agar menciptakan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan. Karena itu, peserta kampanye dan lingkungan masyarakat sekitar dapat menikmati tanpa waswas. Saksi dan Advokasi Pemilu Berkaitan dengan saksi dan advokasi dalam pemilu, kata Tourmalina, keduanya sangat penting dalam pengamanan suara. Apalagi pengalaman pemilu pada masa lampau menunjukkan banyak kasus kecurangan dan pelanggaran hukum terjadi saat dan seusai hari pencoblosan, sehingga perlu diantisipasi. Untuk penempatan saksi, pihaknya menjajaki kemungkinan kerja sama dengan partai lain, khususnya yang tergabung dalam Forum Parpol Penyelamat Pemilu Jawa tengah (FPPP-JT). Dengan demikian, masing-masing parpol yang kekurangan personel saksi di suatu wilayah dapat saling membantu. Soal mekanisme kerja sama akan dibahas dalam pertemuan FPPP JT pekan depan. Sementara itu, untuk advokasi pemilu, pihaknya telah menunjuk Pusat Advokasi dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) sebagai kuasa hukumnya di seluruh Indonesia. Mereka akan bekerja sebagai Tim Advokasi Pemilu PK Sejahtera dengan tugas melakukan pembelaan hukum, tuntutan hukum, dan bekerja sama dengan lembaga hukum sejenis untuk menjamin pemilu yang Luber, Jurdil, dan damai. (G7-69i) |