
| Senin, 23 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Rencana Renovasi Koplak Mranggen
Dikhawatirkan Menggusur DokarMRANGGEN -Rencana renovasi koplak (tempat parkir dokar) di kompleks Pasar Mranggen dikhawatirkan bakal menggusur dokar-dokar yang biasa mangkal di pasar itu. Sejumlah pihak seperti Paguyuban Pedagang Pasar Mranggen (P3M) dan Lembaga Penyuluhan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mandiri (LP3M2), ketika ditemui Minggu (22/2) menyayangkan jika renovasi itu justru akan menggusur kendaraan tradisional khas Mranggen, yakni dokar. Menurut Ketua P3M H Sunardi, sebenarnya banyak investor yang ingin membangun di lokasi koplak di Pasar Mranggen. Termasuk CV CGL yang beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan dengan para pedagang Pasar Mranggen dan LSM. Pihak pedagang, menurut dia, tidak mempermasalahkan siapa pun yang akan menangani proyek itu. Asalkan investor sanggup memenuhi hak para pedagang, termasuk memberikan kemudahan bagi para pedagang lama untuk membeli kios yang baru. Namun, pihaknya keberatan jika pembangunan di koplak itu justru akan menggusur pedagang lama dan dokar yang biasa mangkal di tempat itu. "Persoalannya akan terjadi jika renovasi hanya dilakukan secara sepotong-sepotong. Jika investor hanya membangun kios di pelataran koplak, dokar-dokar itu akan tergusur. Akibatnya, kemacetan di depan pasar akan semakin parah," tuturnya. Hal yang sama diungkapkan oleh M Rofiq, Ketua LP3M2, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Mranggen. Sesuai dengan proposal yang diajukan investor CV CGL, kata dia, di seluruh lahan koplak nanti akan dibangun kios. "Investor hanya akan menyediakan sedikit lahan untuk parkir dokar. Namun, peluang itu tidak cukup menguntungkan bagi para kusir dokar, mengingat dokar membutuhkan ruang yang cukup luas untuk keluar masuk pasar," ungkapnya. Aspek Lingkungan Pihaknya menyarankan agar penataan Pasar Mranggen dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas pada koplak pasar. "Pembangunan Pasar Mranggen harus memikirkan segala aspek, termasuk aspek lingkungan dan sosial. Pembangunan secara menyeluruh diharapkan dapat mengatasi permasalahan seperti banjir akibat penyumbatan saluran air di dekat pasar, dan kemacetan di depan pasar," katanya. . Sejumlah warga juga menyayangkan jika dokar nanti justru akan tergusur dari Pasar Mranggen. Koplak, menurut mereka, sudah ada sejak pasar itu berdiri. Hingga kini meski angkutan desa banyak beroperasi, dokar tetap dibutuhkan masyarakat Mranggen. Sampai hari ini belum ada investor yang ditunjuk secara resmi sebagai pihak pembangun di koplak tersebut. Namun, sejumlah persoalan sudah menghantuinya. Para pedagang tidak ingin pembangunan di lokasi koplak nanti akan berbuntut masalah seperti pembangunan kompleks pertokoan Pasar Mranggen. Pihak P3M, misalnya, menyatakan tidak antipembangunan. Namun berharap, renovasi itu dapat meyelesaikan berbagai persoalan, bukan malah menambah persoalan baru. (nik-45k) |