logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pura-pura Bertamu Sikat Rp 590 Juta

SEMARANG TIMUR- Pencuri semakin menggila. Sabtu lalu (21/2) mereka beraksi di rumah milik juragan jual-beli hewan di Pasar Ambarawa, H Sahidi (54) di Jl Banteng IV RT 6 RW 4, Pandean Lamper. Uang milik korban senilai Rp 590 juta dan hp senilai Rp 1 juta raib di gondol maling.

Pembantu di rumah korban, Ponirah (22) asal Grabag, Magelang, menuturkan peristiwa yang menimpa majikannya itu terjadi pukul 11.30.

Saat itu dia mendengar pintu rumah di ketuk orang. Begitu dibuka, ada dua orang pria tak dikenal mencari majikannya. ''Saya kira dia itu karyawan Bapak yang suka mengambil daging,'' katanya, kemarin.

Kedua pelaku itu datang mengendarai sepeda motor Honda Supra. Namun saksi tidak mengetahui nomor polisi motor tersebut. Mengenai ciri-ciri pelaku, dia hanya mengingat salah satu berbadan gempal mengenakan jaket hitam dan kulit sawo matang, sedangkan seorang lain berkulit kuning.

Begitu bertamu, seorang dari mereka menanyakan situasi rumah, termasuk ruang di lantai dua. Selain itu menanyakan keberadaan sang majikan. Mereka kemudian meminta dibuatkan minuman oleh Ponirah. ''Saat itu saya tidak curiga karena mereka meminta dibuatkan minuman, saya langsung membuatkan minuman untuk mereka,'' katanya.

Tak lama kemudian, Ponirah kembali ke ruang tamu dengan membawa dua gelas minuman teh hangat. Dia sempat menjumpai salah satu tersangka yang tengah membuka pintu lemari es. Dengan tenang, dia malah bertanya tentang daging yang tersimpan di dalam lemari es. Ponirah pun menjawab pertanyaan itu.

Minta Minum

Melihat Ponirah membawakan minuman teh hangat, pelaku lain yang duduk di kursi menolak pemberian itu. Dia justru meminta agar dibuatkan minuman dingin. Tanpa curiga, Ponirah kembali ke dapur untuk membuatkan minuman sesuai dengan pesanan tamu itu. ''Beberapa menit kemudian saya kembali ke ruang tamu, ternyata dua orang itu sudah tidak ada.''

Dia selanjutnya berniat mengambil pakaian yang dijemur di lantai dua. Begitu naik, dia melihat pintu kamar majikannya sudah terbuka. Tanpa curiga, dia menutup kembali.

Pukul 12.30 Sahidi pulang dan masuk kamar. Tak lama kemudian dia keluar dan memberitahukan kepada Ponirah bahwa uang Rp 590 juta dan sebuah hp senilai Rp 1 juta hilang. Uang dan hp itu disimpan di lemari.(G5-83s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA