logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Lelang untuk Bantu Anak Panti

DUA puluh anak penghuni Panti Asuhan Yayasan Sosial Kristen Sinar Kasih menunggu di teras panti asuhan tersebut dengan harap-harap cemas. Maklum, PT Indosat Semarang yang rencananya pukul 14.00 sampai di tempat mereka, namun hingga pukul 15.00 Selasa (17/2) baru tiba.

Kedatangan pihak PT tersebut disambut ke-20 anak panti asuhan dengan menyalami secara berebut. Kemudian, anak-anak berjejer tiga baris untuk menyanyikan lagu-lagu pujian sebagai tanda ucapan terima kasih.

Ada nada riang dari cara penyambutan seperti itu. Sejenak mereka melupakan nasibnya, sejenak pula mereka merasakan ada yang menyayangi dan memperhatikan.

Salah satu penghuni, Azis (5), yang tidak bisa ikut menyanyi hanya memandang teman-temannya di pangkuan salah seorang pengasuh. Azis adalah salah satu anak yatim yang ditinggal orang tuanya sedari lahir.

Sore itu, PT Indosat memberikan bantuan 100 kg beras, 10 liter minyak goreng, 10 kg gula pasir, peralatan kebutuhan mandi, dan uang tunai Rp 2,6 juta. ''Kita sangat membutuhkan bantuan semacam ini,'' kata Ester, pengelola panti asuhan tersebut.

Menurut dia, ke-20 anak asuhannya itu merupakan yatim piatu yang membutuhkan kasih sayang. ''Mula-mula saya kasihan melihat anak-anak tanpa orang tua ini telantar. Setelah semua anak saya mentas, saya mencurahkan perhatian ke mereka,''kata ibu yang ditinggal suaminya ini.

Dari seluruh asuhan Ester, di antaranya berumur belia. Seperti Azis yang ditinggal orang tuanya dan Firman (2) yang dititipkan neneknya namun hingga sekarang tidak juga diambil, serta beberapa anak yang akhirnya menetap di panti dengan alasan bermacam-macam.

Untuk mencukupi kebutuhan mereka Ester harus pontang-panting. Sedangkan tempat tidur, ke-20 anak ditempatkan di empat kamar dengan tempat tidur bersusun tiga.

Lagi Semega

Lain lagi, di Panti Asuhan (PA) Nurussobirin Kembangarum Mranggen, Demak. Di sana 41 anak telah menunggu sejak siang. Usia penghuni tidak beda jauh dengan PA sebelumnya. Menurut pengasuhnya, Ahmad Toha (41), setiap hari dirinya harus mengusahakan sedikitnya tiga kuintal beras untuk dimasak. ''Mereka semua lagi semega (saat banyak-banyaknya makan). Sehari ada yang makan lebih dari tiga kali,'' katanya saat menyambut kunjungan dari PT tersebut. Mereka yang kebanyakan gadis kecil berusia 8 - 10 tahun dengan kerudung warna-warni mendengar gurauan pengasuhnya ini, langsung senyum malu-malu.

Menurut dia, meski keadaan panti serba kekurangan beberapa anak asuhnya justru berprestasi di sekolah masing-masing. ''Mereka kita sekolahkan minimal tingkat SLTA,'' katanya. Sedangkan daerah asal anak asuhnya, sebagian besar berasal dari luar daerah Demak. ''Namun ada beberapa yang berasal dari Pekalongan,''lanjutnya.

Sales koordinator Indosat Dwi Purwanto mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil dari lelang nomor cantik Matrik yang dilakukan PT Indosat Semarang pada November 2003 lalu. ''Setelah kami kurangi biaya administrasi, kami serahkan pada dua panti asuhan tersebut,''katanya. (Widodo-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA