logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pembantu Disekap, Uang dan Perhiasan Disikat

  • Perampokan di Siang Bolong

SEMARANG - Dua perampok yang berpura-pura sebagai tukang servis AC beraksi di rumah seorang janda di Jl Durian III/11 Semarang. Selain mengancam dan menyekap pembantu, pelaku juga membawa kabur uang tunai Rp 7 juta, perhiasan senilai lebih kurang Rp 18 juta, dan dua jam tangan baru.

Peristiwa yang terjadi di siang bolong itu sudah dilaporkan ke polisi. Aparat reserse kriminal Polwiltabes telah memintai keterangan dari korban dan sejumlah saksi. Ciri-ciri pelaku sudah diketahui, namun hingga kini pengejaran belum menemui titik terang.

Korban, Maya (15), pembantu di rumah Ny Tati (36) menuturkan, pada hari Jumat (20/2) sekitar pukul 12.30, dua pelaku yang mengaku sebagai tukang servis datang di rumah majikannya dan mengatakan hendak memperbaiki AC. Salah satu di antara mereka membawa bungkusan dari kertas koran.

Namun, karena majikannya yang bekerja di Hotel Patra tidak berada di rumah, Maya mempersilakan tamunya untuk datang lain waktu. Kedua lelaki yang berboncengan motor bebek itu pun pergi.

Selang setengah jam kemudian, mereka kembali. Keduanya langsung membuka pintu pagar yang tidak dikunci dan kemudian mengetuk-ngetuk pintu depan. Maya, yang sendirian menunggui rumah mulai curiga, sehingga dia diam saja meski mendengar bunyi ketukan di pintu.

Namun, makin lama dia risi karena pintu terus diketuk tanpa henti. Saat dia membuka sedikit, tiba-tiba kedua tamu tak diundang itu mendorongnya dan berusaha masuk secara paksa.

Maya berusaha menahan sekuat tenaga, tetapi karena kalah kuat, dia pun terdorong hingga nyaris jatuh.

Ditodong Gobang

Pada saat itulah salah satu pelaku membuka bungkusan koran, yang ternyata berisi gobang, dan langsung ditodongkan ke Maya sambil mengancam dia agar tidak macam-macam. Gadis itu digiring ke kamarnya dan dikunci dari luar. Tangan dan kakinya diikat dengan seprei dan mulutnya disumpal dengan robekan kain.

''Mereka bilang, kalau teriak, saya akan ditembak,'' tutur Maya yang mengaku masih trauma bila mengingat kejadian itu. Meski mengancam, setahunya pelaku tidak membawa senjata api.

Dengan leluasa perampok mengobrak-abrik beberapa ruangan. Laci-laci meja dan lemari diacak-acak. Mereka masuk ke kamar Ny Tati dengan cara mencongkel pintu, lalu melarikan uang tunai Rp 7 juta dan perhiasan emas senilai Rp 18 juta yang tersimpan di laci lemari kamar.

Saat perampok beraksi, Maya dapat melepaskan ikatan di tangan dan kaki. Tetapi dia tidak berani keluar, karena ketika mengintip dari balik gorden jendela melihat dua pelaku sedang duduk-duduk di ruang makan. Mereka dengan santai minum-minum terlebih dahulu sebelum kabur.

Baru setelah itu Maya keluar dengan cara merusak jendela, lalu memberitahukan kejadian itu ke majikannya. Kedua pelaku, menurut Maya, berkulit putih.

Salah seorang di antaranya berperawakan tinggi kurus dan berambut agak gondrong, satu lainnya lebih pendek. (G3-45k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA