
| Senin, 23 Februari 2004 | Ekonomi |
Iklan Kampanye Bisa Tembus Rp 3 TriliunJAKARTA- Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) mengingatkan anggotanya agar tetap menjaga etika profesi berkaitan dengan kemerebakan kampanye sebentar lagi. Anggota Perhumas yang tersebar di instansi swasta dan pemerintah diperkirakan juga akan terlibat dalam proses pemilu sebagai caleg atau tim sukses dari tokoh yang dijagokannya. Hal itu dikemukakan Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Indrawadi Tamin, dalam keterangannya di Jakarta, belum lama ini, berkaitan dengan penyelenggaraan Konvensi Nasional Perhumas (KNH) 2004 di Hotel Bumi Minang, Padang, 25-28 Februari mendatang. Sementara itu, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) memperkirakan belanja iklan kampanye Pemilu 2004 akan menembus Rp 3 triliun. Angka tersebut melonjak hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan realisasi belanja iklan kampanye Pemilu 1999 yang cuma Rp 35,69 miliar. Ketua Umum P3I RTS Masli mengatakan, meningkatnya belanja iklan untuk kampanye kali ini karena peserta atau partai politik telah banyak belajar. Ternyata, partai yang banyak beriklan pada Pemilu 1999 keluar sebagai pemenang. ''Karena itu, untuk kampanye tahun ini partai politik menyadari untuk memenangi kursi, faktor iklan mesti diperhitungkan.'' 24 Partai Masli mengungkapkan, dari prediksi belanja iklan kampanye 24 partai tahun ini senilai Rp 3 triliun, sekitar Rp 500 miliar akan mengalir ke stasiun televisi berskala nasional dan Rp 250 miliar ke stasiun televisi lokal. Adapun stasiun radio swasta anggota PRSSNI yang berjumlah 1.500 diperkirakan bakal kebagian Rp 700 miliar - Rp 800 miliar. ''Media cetak diperkirakan meraih Rp 300 miliar - Rp 400 miliar, dan bellow the line (iklan di luar media massa seperti lewat seminar) Rp 1 triliun,'' kata Masli. Indrawati Tamim mengungkapkan, KNH 2004 lebih menitikberatkan pada peran public relations dalam mendorong dan menciptakan iklim kondusif untuk investasi. Hal ini berkaitan dengan makin berkembangnya dunia usaha pascakrisis yang menentukan arah perekonomian di Indonesia. ''Di samping itu, semakin potensialnya investasi di daerah pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini didukung oleh kinerja pasar modal yang makin kompetitif,'' paparnya. Kepala Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Perhumas Ridwan Nyak Baik menekankan, peran humas dulu dan sekarang sangat berbeda. ''Kalau dahulu identik sebagai event organizer membawakan tas direktur atau menemani ibu pejabat berbelanja. Sekarang, humas harus bisa membuka ruang dalam menjembatani investasi dan ruang pasar penjualan produk,'' ujarnya. Karena itu, dalam KNH 2004 berbagai hal yang menghambat investasi akan dibahas dan dicarikan solusinya. Mantan Kepala Hupmas Pertamina ini menerangkan, KNH 2004 akan diisi dengan seminar, luncheon talk, dan konvensi nasional. (wa-82j) |