
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Kirab Parpol dan Calon Anggota DPD Kurang Mendapat Respons MasyarakatPURWOKERTO- Sebanyak 23 partai politik (parpol) peserta pemilu dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang ada di Kabupaten Banyumas, Sabtu lalu (21/2) melakukan kirab keliling ke lima daerah pemilihan (DP). Namun, kirab yang diselenggarakan KPU Banyumas itu kurang mendapatkan respons dari masyarakat yang wilayahnya dilewati iring-iringan kendaraan parpol. Pada kirab yang pengibaran bendera startnya dilakukan Bupati HM Aris Setiono di depan Kantor KPU, masing-masing parpol menyertakan dua unit mobil. Tiap mobil diisi 5-10 orang, yang terdiri atas pengurus parpol dan juga calon anggota legislatif. Mobil-mobil itu antara lain dihiasi lambang dan bendera parpol. Dari depan Kantor KPU Banyumas, konvoi kendaraan berjalan menuju Pabuaran-Sumbang-Berkoh-Sokaraja-Kaliori-Patikraja-Rawalo-Jatilawang-Wangon-Ajibarang-Cilongok-Karanglewas-Kedungbanteng-Jl A Yani-KPU Banyumas. Kirab diikuti juga mobil yang membawa lima orang anggota KPU dengan mendapatkan pengawalan dari Polres Banyumas. Setiap dua mobil parpol dikawal juga dengan mobil patroli polsek. Kirab berlangsung lancar, meski di beberapa tempat yang dilalui iring-iringan mobil diguyur hujan. Namun di jalan-jalan yang dilalui, warga masyarakat tidak begitu antusias menyambut iring-iringan tersebut. "Saya sempat melihat ada iring-iringan mobil yang membawa bendera dan tanda gambar parpol. Tetapi saya tidak tahu apa tujuannya. Orang yang keluar rumah mau melihat karena mendengar bunyi sirene yang mengira ada sesuatu, ternyata hanya iring-iringan mobil yang membawa bendera dan tanda gambar partai," ungkap Slamet, warga Jatilawang. Kurang Didengar Masyarakat tidak tahu tujuan kirab sebagai sebuah sosialisasi tentang pemilu, karena iring-iringan kendaraan yang melewati beberapa daerah pemilihan itu melaju kencang. Penyampaian pesan dari mobil penerangan yang ada di barisan terdepan juga kurang didengar. Ketua KPU Ismiyanto Heru Permana SH mengatakan, kirab bertujuan untuk sosialisasi soal pemilu yang diikuti parpol dan perseorangan kepada masyarakat. "Respons masyarakat cukup baik, terbukti saat konvoi lewat di daerah yang padat penduduk, warga keluar rumah dan melihat dari tepi jalan sambil memberikan sambutan ala kadarnya. Memang di beberapa lokasi yang tak banyak penduduk, tak ada yang menyambut," jelasnya, kemarin. Bupati ketika melepas kirab meminta kepada parpol dan calon anggota DPD agar mampu meneladani proses demokrasi kepada masyarakat. Yakni dengan menjalankan proses demokrasi sesuai dengan peraturan dalam setiap tahapan pemilu.(G23-42s) |