
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
''Tak Ada Alasan Raskin Tidak Sampai ke Warga''BREBES - Ketua Tim Satuan Tugas Penyaluran Beras Miskin Wilayah Kabupaten Brebes, Ir Arsyad MM mengatakan, tidak ada alasan desa tidak mampu menyalurkan beras miskin (raskin) kepada masyarakat dengan dalih lokasi perdukuhan sulit dijangkau. Sebab Sub Divre Perum Bulog Wilayah VI Pekalongan selaku instansi yang ditunjuk pemerintah telah menyediakan dana operasional (OP) cukup besar mulai dari desa sampai kabupaten. Dana yang disediakan disesuaikan dengan kondisi, yakni setiap kilogram beras setiap desa menerima Rp 12, kemudian kecamatan Rp 7, dan tim kabupaten Rp 12. Jadi makin besar alokasi raskin yang disalurkan, makin besar biaya operasional yang dikeluarkan. Dia berharap penyaluran beras tersebut tidak menemui persoalan di lapangan sehingga berasnya sampai ke keluarga miskin yang membutuhkan bantuan pangan. ''Selain OP dari Perum Bulog, Pemkab seperti di Brebes juga menyediakan dana pendamping dan bonus lewat APBD II supaya penyaluran lebih lancar,'' papar Arsyad didampinggi petugas lapangan A Syaefudin. Dalam penyaluran raskin itu, pihaknya mengusahakan beras sampai di tempat kendati lokasi yang harus ditempuh termasuk desa terpencil. Sesuai dengan kesepakatan, beras harus sampai di kantor balai desa dalam keadaan utuh, tanpa penyusutan. Dia mengakui, ada beberapa desa di Kabupaten Brebes yang sulit dijangkau truk pengangkut seperti Desa Jemasih di Kecamatan Ketanggungan dan Desa Pamulihan di Kecamatan Larangan. Untuk itu diperlukan langsiran menggunakan mobil kecil dan beras diturunkan di desa terdekat, kemudian diangkut lagi. Di wilayah Sub-Divre VI Pekalongan, penyaluran raskin di Kabupaten Brebes tergolong baik. Dengan wilayah cukup luas yakni 297 desa/kelurahan 17 kecamatan, Brebes setiap bulan menerima alokasi raskin 1.569.880 kg. Untuk Januari, sampai tanggal 31 telah disalurkan 1.547.500 kg. Setiap keluarga menerima maksimal 20 kg. Namun untuk desa tertentu, karena jumlah keluarga miskin lebih banyak, diupayakan pemerataan. Beras tersebut disalurkan ke penerima manfaat sebanyak 78.494 keluarga. Yang paling banyak adalah Kecamatan Banjarharjoari, disusul Brebes, Wanasari, Salem, Bumiayu, dan Songgom. Dia mengatakan, dana raskin itu diperoleh dari program kompensasi pengurangan subsidi BBM dari Pemerintah Pusat. Dia juga menyebutkan, kendala penyaluran terjadi pada musim penghuja yakni lokasi yang harus dijangkau kadang cukup berat. Namun, pihaknya kini telah menyiapkan armada khusus dengan pengawalan petugas. Ini dilakukan agar program raskin tetap berjalan lancar dan tak terganggu oleh persoalan transportasi. ''Kami ingin memberikan palayanan prima ke desa. Namun sebaliknya, aparat di desa juga harus mendukung kelancaran penyetoran,'' paparnya. (wh-17n) |