logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Petani Akan Tentukan Sikap untuk Pemilu

PURWOKERTO- Kurang lebih 7.000 petani yang tersebar di berbagai daerah di wilayah Jateng dan DIY, direncanakan Selasa (24/2) besok berkumpul bersama untuk menyikapi momentum Pemilu 2004 di Wonosobo.

Mereka berkumpul dalam rapat umum petani Indonesia. Penegasan sikap mereka dilakukan bersamaan dengan digelarnya kegiatan Konferensi Nasional Gerakan Tani yang berlangsung sejak Jumat (20/2) lalu hingga Senin ini (23/2), yang dipusatkan di Kabupaten Wonosobo.

Sikap petani terhadap pemilu itu terkait langsung dengan persoalan-persoalan ketimpangan agraria yang masih dihadapi petani di sejumlah daerah di Indonesia.

Mereka berharap semua komponen bangsa yang akan menjalankan agenda nasional (pemilu) bisa mendengarkan suara petani. Kemudian menetapkan menjadi program nyata.

Hal itu diungkapkan Ketua Penyelenggara Kegiatan Konferensi Nasional Gerakan Tani dan Rapat Umum Petani, Ragil Sugiharno, didampingi aktivis AGRA Fajri kepada wartawan, kemarin.

Menurut mereka, kegiatan yang mengambil tema "Tidak Ada Demokrasi Tanpa land reform" difasilitasi Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA). Kegiatan dipusatkan di Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Wonosobo.

Ragil mengatakan, rapat umum itu salah satu poin untuk menindaklanjuti hasil-hasil konferensi gerakan tani yang saat ini masih berlangsung.

"Tujuan rapat umum khusus untuk menyuarakan dan mengkampanyekan tuntutan petani tentang land reform, dan terdekat tentunya untuk Pemilu 2004. Masyarakat Indonesia dan dunia perlu juga mendengarkan apa saja yang dituntut petani," jelas dia.

Isu land reform yang akan diangkat, ujar Harno, antara lain seputar masalah hutan, pemasaran, proses produksi petani, pemilu, dan praktik imperialisme seperti privatisasi air.

Persoalan-persoalan agraria yang terus diperjuangkan kalangan petani, ungkap Fajri, mestinya juga direspons serius atau layak menjadi agenda penting dalam Pemilu 2004. Pasalnya semua partai politik peserta pemilu, caleg, dan anggota DPD akan menjual berbagai macam program dan janji untuk memikat masyarakat (termasuk petani).

"Petani kita sekarang sudah mulai dewasa untuk melihat berbagai persoalan yang dihadapi serta apa saja yang perlu mereka perjuangkan," kata Agung.

Dari 16 Provinsi

Konferensi tersebut diikuti sekitar 100 orang utusan dari 48 kabupaten di 16 provinsi. Delegasi mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sampai Nusa Tenggara. Petani yang akan mengikuti rapat umum, khusus datang dari wilayah Jateng-DIY.

Bersama dengan utusan-utusan itu mereka akan membuat sikap politik gerakan tani secara nasional terhadap Pemilu 2004.(G22-42s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA