
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Sekolah Gratis SPP BertambahCILACAP- Program Pemkab Cilacap untuk menghilangkan tarikan dana SPP di sekolah-sekolah negeri di wilayah tersebut tampaknya tidak main-main. Hal tersebut terlihat dengan semakin banyak sekolah yang dibebaskan dari kewajiban menarik biaya SPP kepada para siswanya pada tahun ini. Bila pada tahun pelajaran 2002-2003 baru ada 18 sekolah yang bebas SPP, yaitu 16 SLTP dan tiga SMA/SMK, untuk tahun pelajaran 2003-2004 jumlah itu bertambah menjadi 35. "Untuk tahun pelajaran 2003-2004 sekolah yang mendapat bebas SPP akan menjadi 35 sekolah. Hal ini karena Pemkab telah menambah 16 sekolah lain yang bebas SPP," jelas Sutoyo MS, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap. Dia menyebutkan, ke-16 sekolah tersebut terdiri atas 14 SLTP dan dua SMA/SMK. Dengan demikian, sampai tahun pelajaran depan sudah ada 30 SLTP dan lima SMA/SMK yang bebas SPP. Lebih jauh kepada Suara Merdeka dia mengatakan, kantor Diknas Cilacap tidak mensyaratkan kriteria tertentu mana-mana sekolah yang didulukan bebas SPP-nya. "Yang jelas, kami memilihnya secara acak dan tersebar di seluruh kabupaten. Artinya, tidak ada alasan tertentu dari keterpilihan sebuah sekolah untuk dibebaskan SPP-nya lebih dulu dari sekolahan lain," ungkapnya. Dia mengungkapkan, berdasar rencana semua siswa SLTP dan SMA/SMK di Cilacap nantinya akan dibebaskan dari kewajiban membayar SPP. "Ini kebijakan Pemkab terkait dengan rencana penyedian dana abadi bidang pendidikan Rp 6 miliar," ujarnya. Diknas Cilacap menyebutkan, tujuan program bebas SPP itu untuk memberi kesempatan mereka yang tidak mampu untuk dapat menikmati pendidikan. Dan, untuk sementara yang mendapat prioritas bebas SPP adalah SLTP negeri di Kabupaten Cilacap yang saat ini berjumlah 54 buah. Adapun berdasar ancangan Diknas, dengan adanya dana abadi bidang pendidikan Rp 6 miliar, pada 2006 semua siswa SLTP negeri sudah dapat dibebaskan dari kewajiban membayar SPP yang saat ini besarnya Rp. 20.000 per bulan. Selain itu berdasark an data di Diknas juga diketahui, tahun pelajaran 2003-2004 Pemkab menyediakan dana rehabilitasi untuk semua gedung SD negeri di wilayah tersebut dengan dana Rp 16 miliar lebih. (G21-20j) |