
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
127 Ruas Jalan di Cilacap DihotmixCILACAP - PT Melista Karya (PT MK) yang beralamat di Jl DI Panjaitan No 47 A Cilacap dipercaya Pemkab setempat untuk melaksanakan proyek pengaspalan (hotmix) 127 ruas jalan di wilayah Kota Cilacap. Proyek senilai Rp 16,75 miliar itu dikerjakan mulai 2003 sampai 2004 dengan sistem voorvinanciring. Dengan sistem itu, berarti perusahaan tersebut harus berinvestasi dulu untuk membiayai proyek tersebut. Adapun pembayaran baru akan dilakukan setelah Pemkab mempunyai dana. Itu pun tidak dilakukan sekaligus, tetapi saduwene. Maksudnya, Pemkab akan membayar kalau sudah mempunyai uang. Perusahaan yang bergerak di bidang general contractor dan transportation services itu mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek tersebut karena telah memiliki Asphalt Mixing Plant (AMP). Base camp AMP milik PT MK terletak di Wangon, Banyumas. AMP terdiri atas dua unit, unit I memiliki kapasitas produksi aspal hotmix sebanyak 1.000 ton, sedangkan unit II memiliki kapasitas produksi sebanyak 600 ton. Memproduksi aspal hotmix sebanyak itu hanya membutuhkan waktu 15-20 menit. Dengan demikian, sehari mampu memproduksi hingga beberapa kali. "Kita dipercaya oleh Pemkab untuk mengerjakan proyek pengaspalan 127 ruas jalan di wilayah Kota Cilacap karena kita sudah memiliki APM. Jadi, untuk meng-hotmix jalan sebanyak itu kita tidak membeli aspal hotmix ke orang lain, tetapi kita langsung membuat sendiri. Peralatan yang lain juga sudah lengkap, termasuk dump truck yang digunakan untuk mengangkut aspal hotmix dari AMP ke lokasi proyek," kata Dirut PT MK Ny Dra Hj Siti Fatimah kepada Suara Merdeka, Sabtu (21/2). Ny Hj Siti Fatimah mengatakan, selama mengerjakan proyek tersebut masyarakat di sekitar lokasi proyek kerap menanyakan kualitasnya. Mereka menanyakan, sama-sama aspal hotmix,kok ada yang tidak halus. Seperti aspal hotmix yang digunakan untuk mengaspal Jl Dr Rajiman dan Jl Kalimantan. Masyarakat menanyakan hal itu karena setahu mereka jalan yang di-hotmix pasti menjadi halus dan mengilap. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan masyarakat tentang aspal hotmix. Dia menjelaskan, aspal hotmix itu ada tiga jenis. Yaitu, jenis Asphalt Threated Based (ATB), Asphalt Concrette (AC), dan Hot Roll Sheet (HRS). Aspal hotmix jenis ATB digunakan untuk fondasi. Ketebalannya antara 5-7 cm. Hotmix jenis ATB itu digunakan pada ruas jalan yang sama sekali belum pernah dihotmix. "Jalan Dr Rajiman dan Jalan Kalimantan meski setiap hari selalu dilewati bus, selama ini kedua ruas jalan tersebut belum pernah dihotmix. Untuk itu, aspal hotmix yang digunakan di kedua ruas jalan itu adalah jenis ATB," katanya. Bagi ruas jalan yang pernah di-hotmix dengan jenis ATB akan diperhalus lagi dengan menggunakan hotmix jenis AC. Ketebalan hotmix jenis AC adalah 4-5 cm. Adapun ruas jalan yang sudah sering diaspal hotmix dengan jenis ATB atau AC akan diperhalus dengan aspal hotmix jenis HRS. Ketebalan pengaspalan hotmix jenis HRS hanya 3 cm. Dari 127 ruas jalan yang harus di-hotmix oleh PT MK, 52 ruas di antaranya menggunakan aspal hotmix jenis ATB. Adapun yang 69 ruas menggunakan jenis HRS. Sisanya enam ruas berupa pekerjaan jalan makadam dan pembuatan gorong-gorong saluran air. Proyek jalan makadam itu terletak di wilayah Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah. "Yang menentukan apakah jalan tersebut menggunakan hotmix ATB atau HRS adalah dinas teknis, yaitu DPU setempat. Kita hanya sebagai pelaksana. Meski hanya menggunakan hotmix jenis ATB, hasilnya sudah cukup bagus. Jalan tersebut sudah terlihat mulus, apalagi kalau kerap dilewati kendaraan," ujarnya. (ag-20n) |