logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Diperketat, Masuknya Gabah Luar Daerah

BANYUMAS - Untuk mengamankan harga gabah di tingkat petani di wilayah eks Karisidenan Banyumas selama musim panen tahun ini dan dimulainya masa pengadaan gabah 2004, jajaran Sub Divre IV Wilayah Banyumas Divre Jateng Perum Bulog mengeluarkan kebijakan memperketat masuknya gabah impor atau luar daerah dan gabah eks produksi 2003. Tujuannya, selain untuk menjaga kestabilan harga gabah di pasaran juga untuk memaksimalkan penyerapan gabah petani oleh kontraktor-kontraktor yang lolos prakualifikasi.

Kepala Sub Divre IV Banyumas, Anton Samawi, kemarin ketika ditemui mengatakan, pengetatan masuknya gabah luar daerah, impor, ataupun eks produksi 2003 di Banyumas tidak lain untuk mengamankan kegiatan penyerapan gabah petani.

"Kalau gabah tersebut diperbolehkan masuk atau diterima oleh Bulog, para kontraktor bisa saja tidak menjalankan misi utama dari pengadaan gabah yang telah ditentukan pemerintah yaitu menjaga harga gabah di tingkat petani agar tidak jatuh dan gabahnya bisa terserap semua. Mereka bisa saja sekadar memenuhi kuota kontrak yang sudah ditandatangani atau mencari keuntungan semata," jelas Anton.

Penyerapan gabah, kata dia, diperkirakan akan dilakukan mulai awal Maret. Saat itu sebagian besar petani sudah memasuki panen raya. Sekitar pertengahan hingga akhir Maret, gabah yang diserap sudah bisa dipasok ke gudang-gudang Sub Divre IV setelah dikeringkan. Saat harga gabah turun, kontraktor wajib membeli dan menyerap gabah sebanyak-banyaknya sesuai dengan ketentuan harga dari pemerintah.

Kontraktor Lolos

Sementara itu jumlah yang lolos prakulifikasi pengadaan gabah tahun 2004 di wilayah Sub Divre IV sebanyak 101 kontraktor. Yang dinyatakan gagal ada 4 kontraktor. Kegagalannya, lanjut dia, karena tidak memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, sarana prasarana seperti mesin giling, tempat jemur, dan gudang yang tidak laik, termasuk yang meminjam bendera/usaha orang lain.

"Semua kontraktor yang lolos menyatakan siap mengamankan harga gabah petani. Akhir bulan ini mereka akan menandatangani kontrak kuota pembelian. Yang lolos kebanyakan dari Cilacap, kemudian Banyumas, Purbalingga, dan Banjanegara. Hasil pengecekan kami ke gudang-gudang menjukkan, mereka juga tidak mempunyai gabah eks produksi tahun lalu," imbuhnya. (G22-20n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA