
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
''Keteladanan Kian Sulit Didapatkan''YOGYAKARTA- Berdasar pengamatan dan pencermatan terhadap situasi sosial bangsa dan negara saat ini, Majelis Luhur Perguruan Tamansiswa berpendapat, sekarang rakyat makin termarginalisasi dan sekadar menjadi komoditas politik kepentingan sesaat golongan atau kelompok. Karena itu, tiap lapisan pemimpin hendaknya selalu berpegang kepada amanat rakyat. Ketidakberpihakan kepada rakyat, penyalahgunaan wewenang, pengabdian terhadap uang dan kekuasaan dilakukan tanpa rasa bersalah oleh para pelakunya. pada sisi lain, keteladanan menjadi sangat mahal harganya dan sulit didapatkan. Demikian antara lain pokok-pokok pikiran Rapat Kerja Nasional Persatuan Tamansiswa di Jakarta. Pokok-pokok itu disampaikan Ketua Humas Majelis Luhur Tamansiswa Ki Bambang Widodo SPd baru-baru ini seusai Rakernas, 15-18 Febuari lalu. Para pemimpin juga diimbau agar tidak bertindak yang menyakiti, menyimpang, dan mengkhianati rasa keadilan rakyat selaku pemberi mandat. Semua pihak hendaknya selalu menjaga dan memelihara suasana tertib damai dan bahagia dalam kehidupan rakyat. Yaitu dengan tidak memprovokasi serta merusak kohesivitas rakyat melalui sentimen-sentimen antargolongan/kelompok. Persatuan Tamansiswa mengungkapkan, para pemimpin hendaknya mampu menunjukkan harkat, martabat, harga diri, dan kedaulatan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dalam pergaulan dunia internasional. ''Kehidupan demokratis harus terus kita dorong bersama untuk tumbuh dan berkembang dengan tetap menjaga kerukunan rakyat serta integritas bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,'' begitu bunyi pokok-pokok pikiran itu selanjutnya. Lebih lanjut, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Rakernas Nomor 3/2004 itu mengharapkan agar pembangunan karakter dan wawasan kebangsaan perlu terus ditingkatkan lewat pendidikan dalam arti luas. Yaitu dengan melibatkan semua komponen masyarakat. Terlebih bagi rakyat yang kurang beruntung secara finansial harus diutamakan. Selain akan disampaikan kepada pemerintah, ujar Ki Bambang Widodo, pokok-pokok pikiran tersebut juga akan disampaikan ke segenap anggota Persatuan Tamansiswa dan Majelis Luhur. Paling tidak dari mereka, keinginan-keinginan luhur itu bisa segera dikerjakan secara proporsional dan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Rumusan pokok-pokok pikiran tersebut dihasilkan tim perumus yang diketaui Ki Drs V Darwanto MPd. (P58-76j) |