
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Diperlukan Miliaran Rupiah untuk Buka Desa Terpencil
WONOSOBO- Wakil Bupati Wonosobo, Drs H Kholiq Arif mengatakan, saat ini Pemkab mulai membuka simpul dan potensi desa-desa terpencil, khususnya yang berbatasan langsung dengan wilayah tetangga. Dibukanya akses desa terpencil itu diyakini akan mempercepat kemajuan masyarakat setempat di bidang ekonomi, sosial, dan sektor lain. Ditemui Suara Merdeka di ruang kerjanya kemarin, Wakil Bupati menjelaskan, sektor yang mendapatkan perhatian dalam upaya membuka desa terpencil itu meliputi jalan, air bersih, dan listrik. Untuk keperluan itu dibutuhkan biaya cukup besar, mencapai miliaran rupiah. Prasarana membuka keterpencilan desa, terutama dengan membangun jalan antardesa, bahkan jalan antarkabupaten. Kholiq menyebutkan, saat ini sudah dilakukan pembangunan jalan desa di kawasan perbatasan. Meliputi jalan Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, tembus ke wilayah Kecamatan Sadang, Kebumen. Jalan rolak antara Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo-Kecamatan Tegalsari, Purworejo. Desa Pesodongan, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo-Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara. Desa-desa di Kecamatan Sukoharjo dan Watumalang, Wonosobo-Kecamatan Pagentan, Banjarnegara. Juga jalan desa di Kecamatan Sapuran, Kepil, Wonosobo ke Magelang dan Purworejo. Sehubungan dengan peningkatan jalan antarkabupaten, Wakil Bupati juga mengusulkan agar jalan daerah yang menghubungkan antara Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Wonosobo-Ngadirejo, Temanggung, jalan daerah antara Banyumudal, Sapuran, Wonosobo-Kaliangkrik, Magelang dan jalan daerah antara ibu kota Kecamatan Kertek-Kecamatan Selomerto, Wonosobo, statusnya bisa ditingkatkan menjadi jalan provinsi. Dia juga mengusulkan agar jalan negara di jalur tengah antara Semarang-Wonosobo-Purwokerto, serta jalan negara Wonosobo-Purworejo, diupayakan revitalisasi. Adapun revitalisasi jalan negara itu berupa pelebaran jalan. Hal itu dimaksudkan untuk bisa menampung arus sekaligus sebagai jalur alternatif dan merupakan kawasan pengembangan Kedu-Banyumas. Jalur tengah yang merupakan jalur alternatif memiliki panorama yang indah, sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. (P55-76s) |