
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Sebaiknya Kampanye dengan SantunPURWOREJO - Pelaksanaan kampanye Pemilu 2004 hampir tiba. Suasana hangat memasuki tahapan-tahapan Pemilu sudah terasa di Purworejo. Kekhawatiran terjadinya bentrok massa antarpendukung parpol pun mulai terdengar di mana-mana. Bahkan, jajaran aktivis partai politik menampakkan kekhawatiran mereka. Hal itu sempat terlontar dalam rapat DPRD, beberapa hari lalu. Fraksi Partai Golkar (FPG) melalui juru bicara Ign Bambang Wahono BSc mengungkapkan kekhawatirannya terhadap gejala-gejala arogansi pelaksanaan kampanye pemilu. Menurut pengamatan fraksi itu, kampanye seakan-akan merupakan kesempatan segala-galanya. Padahal, kata dia, kampanye hanya satu bagian dari tahapan pemilu sebelum dilakukan pemilihan umum pada 5 April mendatang. ''Pemilu hanya merupakan sasaran antara,'' katanya. Karena itu, FPG mengajak semua komponen parpol untuk memanfaatkan kampanye secara benar. Yakni, menjadikan kampanye sebagai sarana pendidikan politik secara simpatik. Fraksi yang sama mendesak semua parpol untuk melakukan kampanye secara santun sehingga iklim sejuk di kota itu tetap terpelihara dengan baik. Fraksi PDI-P melalui juru bicara Sri Ediningsih juga mengharapkan tetap terjaganya kondisi harmonis di kota penghasil buah durian itu. Fraksi tersebut menekankan semua parpol tetap mengacu pada aturan-aturan, sehingga pelaksanaan kampanye akan berlangsung tertib. Bupati H Marsaid SH MSi dalam kesempatan berbeda menyatakan setuju dengan usulan Dewan. Dia sepakat kalau kampanye dijadikan sebagai sarana pendidikan politik. ''Kampanye hendaknya dilakukan secara santun sehingga iklim sejuk Purworejo tetap terpelihara dengan baik,'' tandasnya. Dia juga menyatakan telah melakukan beberapa upaya untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam pelaksanaan Pemilu 2004. Antara lain, telah memfasilitasi kesepakatan antarparpol dalam hal pemasangan atribut. Selain itu, Pemkab akan memberikan dana bantuan untuk forum komunikasi antarparpol. (yon-76n) |