logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 23 Februari 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Pelebaran Jalan Selatan-Selatan Mendesak

  • Puring-Ambal Terlalu Sempit

KEBUMEN - Pelebaran jalur selatan-selatan Jateng dinilai sudah mendesak seiring dengan kepadatan arus kendaraan pada jalur tersebut. DPU Kebumen siap memfasilitasi pelebaran bahu jalan itu, asal semua pihak mendukung.

Kepala DPU Ir Hudan Karyoso Dipl HE kemarin mengakui, kepadatan arus kendaraan pada ruas jalan Kebumen-Yogyakarta lewat selatan memang terus meningkat. Hal itu berarti tingkat pemanfaatan jalan tersebut sudah tinggi.

Bahkan, hasil analisis arus lalu lintas selama Lebaran lalu menyebutkan, kepadatan lalu lintas terjadi selama sepekan lebih. Arus kendaraan dari dua arah sudah cukup padat dan berbagai jenis. Namun lebar bahu jalan belum memadai.

Akibatnya, lanjut Hudan, para pengguna jalan merasa agak terganggu oleh bahu jalan yang masih sempit. Hal itu terjadi terutama di sekitar Puring, Petanahan, Ambal, dan Mirit.

Belum lagi saat ini mulai banyak dijumpai jalan rusak. Di beberapa tempat, lanjutnya, kerusakan jalan tersebut sudah cukup parah. Namun sampai saat ini DPU Bina Marga Provinsi belum memulai perbaikan.

Hudan menyatakan, jika kerusakan jalan tersebut tak segera ditangani, dampaknya bisa mengurangi animo pengguna jalan. ''Padahal minat para pemakai jalan sudah tinggi. Bahkan masyarakat telah ikut menikmati jalan itu sehingga wajar dilakukan pemeliharaan,'' tandas dia.

Semua Pihak

Menyinggung pelebaran jalan, Kepala DPU tersebut menyatakan, pihaknya siap memfasilitasi dengan pihak terkait. Namun, harus ada kebersamaan dan saling menopang antara Pemkab, Muspika, dan pihak desa, lebih-lebih bagi para pemilik tanah dan bangunan di tepi jalan. Hendaknya mereka mau mematuhi aturan. Jangan membangun bangunan permanen seperti rumah ataupun toko terlalu menjorok ke jalan. Dia mencontohkan, saat ini ada rumah di Kecamatan Ambal didirikan terlalu menjorok ke jalan.

Pihaknya telah menegur dan mengingatkan pemilik rumah. Apalagi bangunan tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). ''Kami sudah menegurnya. Siapa pun hendaknya mematuhi aturan. Jangan mendirikan bangunan terlalu dekat dengan jalan umum,'' tegasnya mengingatkan.

Secara terpisah, baik warga di sekitar Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan maupun sebelah barat seperti Desa Pasir, Jintung, dan Srati, Kecamatan Ayah menyambut positif pembangunan jalan selatan-selatan.

Menurut warga, sejak dibangun jalan tembus Karangbolong-Jintung-Ayah, kini mereka tak terisolasi.

Jalur selatan-selatan Jateng mulai Karangbolong-Jintung-Ayah itu kini tengah diperbaiki. Longsoran dari bukit yang menutup tanjakan Jintung sepanjang 400 m juga telah disingkirkan dengan alat berat.

Ketua Komisi D DPRD Kebumen, Ir Slamet Marsoem mengatakan, medan jalan tersebut terlalu berat jika dipaksakan menjadi jalan kolektor primer atau jalan provinsi. Apalagi untuk jalan negara, sangat tidak ideal.

Sebab, kata Slamet, tanjakannya terlalu berat sehingga truk dan bus tidak akan berani melewati jalan tersebut. Komisi D DPRD dan Pemkab kini merintis jalur alternatif dari Buayan-Jladri-Ayah atau jalur tengah yang lebih datar. (B3-76n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA