
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Tambahan Pelajaran Jangan Beratkan Orang TuaSAAT ini hampir semua sekolah negeri dan swasta di Kota Tegal, mulai dari SD sampai SMU/SMK, sedang giat menyelenggarakan tambahan pelajaran. Para guru berusaha memberi tambahan ilmu kepada siswa-siswi khusus kelas tiga. Mereka digenjot materi pelajaran dalam rangka menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian akhir nasional (UAS-UAN) 2004 yang akan diadakan sekitar Mei. Akibat tambahan jam pelajaran itu, para siswa umumnya pulang sore, rata-rata hingga pukul 17.00. Untuk menyelenggarakan program pengayaan itu, ada sekolah yang memulangkan terlebih dulu para siswa pada akhir jam pelajaran untuk makan dan minum di rumah, namun ada pula yang langsung menambah jam pelajaran. Akan tetapi, siswa yang tak pulang biasanya sudah membawa bekal uang untuk membeli makan siang di warung di sekitar sekolah. Menurut kalangan orang tua siswa, untuk membeli makan siang di warung, para siswa diberi sangu bervariasi dari Rp 2.000 sampai Rp 3.000. Kepala Dinas P dan K Kota Tegal Drs Machful kemarin mengemukakan, para guru menambah jam pelajaran kepada anak didiknya karena mereka ingin dalam penyelenggaraan UAS-UAN nanti, sekolah mereka bisa berprestasi, yakni murid banyak yang lulus ujian. ''Pengabdian ini patut kita dihargai,'' tandasnya. Biaya Tambahan Namun dia mengingatkan pengelola sekolah, agar tidak memberatkan beban orang tua dengan menarik biaya tambahan. Dia mengakui, program itu memang tidak diinstruksikan oleh Dinas sehingga tidak ada aturan bagi guru yang menyelenggarakan tambahan pelajaran akan mendapat honor kelebihan jam mengajar. Meski demikian, kalau siswa ditambahi ilmu, hendaknya guru juga lebih giat menambah ilmu dengan sering membaca dan saling tukar informasi dengan guru dari sekolah lain. Demikian pula orang tua agar selalu mengingatkan anaknya untuk lebih giat belajar. Machful mengemukakan, kesadaran semua pihak perlu makin ditingkatkan karena UAS-UAN 2004 ini lain dengan ujian 2003. Jika pada 2003 siswa yang tidak lulus bisa mengulang, pada UAS-UAN 2004 tidak ada lagi kesempatan mengulang. Pada 2003, peserta ujian dari SLTP dan SMU yang lulus murni rata-rata 77% dan SD 80%. Setelah ujian ulang, yang lulus rata-rata 100%. ''UAS-UAN 2004 ini tak bisa diulang karena menitikberatkan segi mutu,'' ujarnya. Machful masih ingat, saat dirinya masih SR dahulu, ikut ujian negara di SR Terlangu Brebes, yang lulus hanya dua termasuk dia dari 20 anak. Dalam ujian negara 2004 ini, kejadian yang sama bukan mustahil akan terulang. Untuk itu, dia menyambut baik upaya para pendidik yang bertanggung jawab atas kesuksesan muridnya dalam ujian nanti. (Nuryanto Aji-17j) |