
| Senin, 23 Februari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Demam Berdarah Renggut 25 Nyawa
JEPARA- Demam berdarah (DB) telah merenggut 25 nyawa terhitung sejak November 2003 hingga pertengahan Februari 2004 ini. Perinciannya, November - Desember tercatat delapan orang meninggal, dan kemudian Januari melonjak menjadi 16 meninggal dan Februari ini seorang tak dapat tertolong jiwanya. Petugas teknis Dinas Kesehatan menjelaskan, kejadian pada Januari lalu sangat menonjol. Sebab, jumlah penderita yang meninggal menyamai total angka Januari-Desember 2003, yakni 16 orang. Meski demikian, serangan penyakit itu terus mengganas hingga awal tahun ini. Bahkan dinas teknis menilai, kondisinya lebih buruk dibandingkan dengan tahun lalu. ''Besarnya jumlah penderita dan yang meninggal akibat gejala virulensi. Menurut para dokter, virus yang menyerang jauh lebih ganas. Walau jumlah penderita DB saat ini mulai menunjukkan angka penurunan, warga diminta tetap waspada,'' ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dr Gunawan WS DTMH MKes didampingi Drg Kusnarto MKes, Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, kemarin. Dia memaparkan, tahun lalu jumlah penderita DB yang tercatat pada buku register kejadian luar biasa (KLB) 782 orang, terdiri 446 kasus positif dan 336 yang disangka terkena DB. Dari jumlah penderita itu, 16 di antaranya didapati meninggal. Penyebaran penderita paling banyak di Kecamatan Tahunan (188 orang), Kecamatan Mlonggo (188 orang), Kecamatan Jepara (97 orang) dan diikuti 10 kecamatan lainnya. Adapun Kecamatan Karimunjawa, dinyatakan bebas dari serangan penyakit mematikan itu. Pada Januari 2003, lanjutnya, dari 26 kasus didapati 77 penderita, dan 51 orang di antaranya disangka DB. Februari tercatat 46 kasus dengan jumlah penderita 102 orang dan 56 orang disangka terserang. Dan, November terdapat 35 kasus dengan jumlah penderita 60 orang. Dari jumlah itu, 25 di antaranya disangka DB dan tiga orang meninggal. Serangan penyakit itu dilaporkan naik pada Desember, yaitu angka serangannya 200 kasus yang menyebabkan 302 orang dinyatakan positif menderita DB dan 102 orang disangka DB. Dari jumlah kasus ini dilaporkan puskesmas meninggal 5 orang. Mereka dari Kecamatan Tahunan dua orang, Kecamatan Welahan satu orang, Kecamatan Mayong satu orang, dan Kecamatan Nalumsari satu orang. Memasuki Januari lalu, jumlah penderita melonjak menjadi 339 kasus dengan 505 orang terjangkiti dan 166 disangka mengindap DB. Dari jumlah itu, 16 di antaranya meninggal. Mereka dari Mlonggo lima orang, Nalumsari tiga orang, dan lain-lain berasal dari delapan daerah kecamatan. Penyebaran penderita paling banyak di Kecamatan Tahunan (189 orang), Kecamatan Mlonggo (184 orang), dan Kecamatan Jepara (95 orang) Memasuki Februari menunjukkan gejala menurun, terhitung sampai 18 Februari hanya didapati 185 kasus dengan jumlah penderita 235 dan yang disangka DB 50 orang. Namun, ditemukan meninggal satu orang dari Desa Kaligarang, Kecamatan Keling. Terlambat Selain akibat gejala virulensi, kelambatan membawa penderita ke rumah sakit merupakan salah satu penyebab angka kematian yang tinggi. Banyak pasien yang dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan tak sadar, yang berarti sudah mencapai stadium 4, stadium tertinggi. Wabah DB yang hampir rutin tiap tahun menyerang Jepara banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang kurang sehat. Pemberantasan secara langsung terhadap nyamuk Aedes aegypti di rumah penduduk adalah tindakan sementara. Yang lebih penting, menurut kepala dinas itu, adalah memberantas sarang nyamuk secara massal. ''Fogging (penyemprotan) diutamakan di desa-desa yang terdapat penderita terbanyak dan terdapat korban meninggal.'' Dinas Kesehatan sekarang memiliki sembilan alat fogging, lima di antaranya baru dibeli awal tahun ini dan akan ditambah lima buah lagi. Sejak Desember hingga pertengahan Februari ini, sudah ada 9.500-an rumah atau 151 wilayah rukun tetangga (RT) yang mendapatkan penyemprotan. Upaya penyuluhan kepada warga dilakukan lewat penyebaran leafletdan khotbah shalat jumat. Bahkan, baru-baru ini dilakukan istighotsah (doa bersama) di pendapa kabupaten yang salah satu tujuannya untuk memohon kepada Allah agar wabah DB di Jepara segera sirna. (kar-85j) |