
| Senin, 23 Februari 2004 | Budaya |
Histeria "Boomers" di BloraSUNGGUH sebuah paket pertunjukan musik rock yang langka bagi masyarakat Blora. Ciri khas irama musik dengan hentakan-hentakan keras yang dibawakan kelompok musik Boomerang, semalam mampu membikin histeria penggemarnya di Blora. Ya, dalam konser yang berlabel "Djarum Super Konser Boomerang Bebas Hambatan" di Stadion Kridosono Blora itu benar-benar menjadi hiburan segar bagi para kawula muda. Sekitar pukul 20.00, saat musik pembuka berlangsung, penonton berkesan sudah tak sabar lagi menantikan penampilan Boomerang. Maka, ketika grup musik cadas itu muncul pukul 21.10, sontak ribuan penonton mengeluk-elukan namanya. Begitu lagu pertama dari vokalis Roy Jecomiah mengalun, para penonton segera tergila-gila. Terlebih dentingan gitar yang padu dengan gebugan drum personel Boomerang benar-benar serasi. Semangat penonton yang sebagian besar para kawula muda yang sebelumnya telah "dibakar" oleh Piranha, band pembuka, semakin menjadi. Lewat Piranha inilah, yang semalam membawakan sederet lagu keras yang biasa dibawakan Metalica, semangat penonton mulai terbakar. Memang langka! Itulah penilaian yang pas untuk menggambarkan sebuah suguhan musik rock di Blora. Betapa tidak, selain nama beken Boomerang yang sudah pasti membawa kharisma sendiri, pertunjukan itu juga dilengkapi dengan panggung yang megah. Dengan didukung lighting system berkekuatan 200 ribu watt, lalu sound system berkekuatan 80 ribua watt, serta dua layar multi screen berukuran raksasa, konser semalam memang menjadi suguhan musik yang teramat megah. Antusias penonton pun tak terbendung. Bahkan, saking ngebetnya ingin menikmati tampilan Boomerang, ratusan penonton sudah meneriakkan nama Boomerang saat band pembuka masih manggung. Dan ketika Boomerang tampil, penonton yang berada di barisan depan pun membuat "konser" sendiri. Mereka berjingkrak-jingkrak sambil melambaikan tangannya ke atas. Antusias tersebut segera dimanfaatkan Boomerang untuk lebih menghangatkan suasana. Setelah konser semalam, kapan lagi masyarakat Blora bisa menikmati langsung lengkingan Vokal Roy Jecomiah, dentingan gitar Jhon Paul Ivan dan Hubert Henry? Juga, kapan lagi warga Blora menyaksikan aksi maut drumer Farid Martin?(Urip Daryanto-79) |