
| Senin, 23 Februari 2004 | Budaya |
"Reinkarnasi" Broery MarantikaBROERY Marantika memang telah tiada bersama suara emasnya yang melegenda. Namun, kini muncul Andy Ahmad Sampurna Jaya di blantika musik Indonesia dengan kualitas vokal yang menyerupai almarhum Broery. Ya, Andy yang juga Bupati Lampung Tengah itu, Jum'at (20/2) malam lalu, merilis album pop anyar berjudul Bulan Separuh di Fashion Cafe, Jakarta. Dan tidak sebagaimana layaknya pejabat yang hanya mengandalkan ketokohannya, Andy Ahmad yang pernah merajai berbagi festival menyanyi Melayu Deli se-Sumatera ini mempunyai kemampuan vokal yang benar-benar mumpuni. "Penantian panjang saya setelah Broery wafat akhirnya terjawab juga," ujar Harry Tasman yang bersama Ithinx menggarap musik dan liriknya. Dia menambahkan, mencari penyanyi yang mampu membawakan tembang-tembang saya sebagaimana almarhum Broery ternyata sangat sulit. Namun, kini muncul Andy Ahmad yang memiliki vokal wahid. Meski sekilas kemiripan vokal Andy dan Broery sulit dibedakan, Andi yang juga mantan personel The Steel, band milik Krakatau Steel era 70-an, menampik anggapan sebagai follower Broery. "Saya memang mengagumi dan hafal semua lagu Broery. Kebesaran Broery tak akan tergantikan. Bagaimana pun, saya mempunyai corak dan kekhasan vokal yang berbeda dari Broery," ujar Andy. Sebelumnya, Andy memang telah dikenal ketika sering tampil di TVRI era tahun 80-an. Ia mengawali karier sebagai penyanyi sebelum menjadi pebisnis dan akhirnya bupati. "Rizal Mantovani pernah enggan menggarap dua klip video saya, karena mungkin vokal saya pas-pasan. Tapi setelah menyimak, ia langsung kesengsemlah," kelakar Andy yang mengandalkan tembang "Bulan Separuh" dan "Teramat Sangat" di album perdananya ini. Nah, apakah kemunculan Andy Ahmad sebagaimana Basofi Sudirman, mantan Gubernur Jawa Timur, yang pernah ngetop lewat lagu dangdut "Tidak Semua Laki-laki" itu.(Benny Benke-79) |