
| Kamis, 19 Februari 2004 | Sala |
Doa Bersama untuk SuratiDI TENGAH suasana mendung, keharuan menyelimuti doa dan tahlil bersama di SMP Negeri 2 Tawangsari, Senin (16/2) malam lalu. Acara itu dimaksudkan untuk mendoakan arwah Ny Surati, yang tewas dibunuh pemabuk di kantin sekolah. Seusai acara doa bersama, kemudian diserahkan tali asih kepada suami korban, Mulyadi (40), yang juga penjaga sekolah setempat. Mulyadi tak bisa menahan tangis saat menerima tali asih dari Kepala Sekolah Drs Silo Prabowo. Suasana bertambah haru saat Mulyadi memeluk erat atasannya itu sembari sesenggukan. Beberapa undangan tertunduk dan sebagian ikut menitikkan air mata. Kurang lebih 200 orang menghadiri acara itu. Tampak di antara undangan, Kapolres yang diwakili Kasat Bina Mitra AKP H Zainal Arifin, Kepala Dinas Pendidikan Nasional yang diwakili Kabag TU Drs Wahyono, Camat Tawangsari Sunarno SH, dan unsur Muspika. ''Sungguh kami tidak mengira korban meninggal karena ulah pemabuk. Apalagi peristiwa tragis itu justru terjadi di lingkungan sekolah,'' ujar Silo Prabowo lirih. Saat itu diserahkan pula tali asih dari OSIS, guru, dan karyawan Rp 2,5 juta. Adapun PMI menyerahkan tali asih Rp 500.000. Bantuan itu belum termasuk yang diberikan untuk biaya pemakaman dan pengurusan jenazah almarhumah di Labfor UNS. Bahkan secara sukarela, Ikatan Keluarga SMP 2 Tawangsari (Ikasari) juga mengumpulkan dana untuk membantu biaya perawatan Fajar Anggoro (8), anak lelaki korban yang dirawat di RS Kustati, Solo. Selain mendoakan almarhumah, juga dilakukan doa untuk kesembuhan Fajar. Anak ketiga korban itu masih dirawat di ruang darurat karena luka parah di kepala. Menurut dokter, kepala siswa kelas III SD Kateguhan itu luka parah karena dipukul dengan alu (sejenis alat penumbuk) oleh tersangka Jumadi (20). Pemukulan itu dilakukan tersangka seusai menghabisi Ny Surati. Duka Dalam sambutan yang disampaikan Zainal, Kapolres menyampaikan duka dari seluruh jajaran Polres atas musibah yang terjadi. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan keluarga besar SMP 2 Tawangsari, sehingga pelaku dapat diringkus dalam waktu singkat. Kini tersangka Jumadi masih ditahan di Mapolres untuk pengusutan lebih lanjut. ''Mudah-mudahan pengusutan dapat segera dirampungkan dan berkas perkara segera dilimpahkan ke Kejaksaan.'' Di sisi lain, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih aktif menjaga keamanan lingkungan serta kerukunan warga. Bila masyarakat tahu ada tindak kejahatan agar segera dilaporkan kepada polisi terdekat. Warga juga diimbau menjauhi minuman keras, karena bisa berakibat fatal. Contoh nyata kasus terbunuhnya korban, juga diakibatkan oleh ulah pelaku yang terkena pengaruh minuman keras. ''Menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Sebab bila hanya mengandalkan polisi tidak mungkin, karena berjumlah terbatas.'' (Joko Murdowo-49s) |