logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Februari 2004 Olahraga  
Line

Persijap Menderita Kekalahan Telak

LANGSA- Pahit benar nasib yang diderita Persijap Jepara pada pertandingan perdana di daerah konflik melawan tuan rumah PSBL Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam kompetisi Divisi I PSSI wilayah barat di Stadion Langsa, kemarin petang.

Dalam duel tersebut, Laskar Kalinyamat yang mengenakan kostum merah-merah harus mengakui keunggulan lawannya. M Heri Setyawan dkk kalah telak 1-4. Gol tunggal Jepara dibukukan gelandang serang Arilson Oliveira pada menit ke-11. Sementara gol tuan diceploskan Suprian menit ke-5, Andres Munoz (35,40), serta Dani Ananda (57). Kemenangan tuan rumah disambut suka cita sekitar 4.000 pendukungnya, termasuk pejabat muspida Langsa.

Pertempuran kedua tim berlangsung di bawah cuaca panas dipimpin wasit Suheri. Pengadil pertandingan ini menghadiahkan tiga kartu kuning kepada pemain Persijap yakni Heri Setyawan, Bambang Sulistyo, dan Simamo Bertrans. Tiga lainnya diberikan kepada pemain tuan rumah Rizaldi, Andres Munoz, dan Bessala.

Pertandingan berjalan lancar dan aman. Panitia menurunkan ratusan aparat keamanan bersenjata laras panjang jenis M-16. Setidaknya delapan anggota TNI dan delapan anggota Brimob siaga di pinggir lapangan. Sebagian berada di sisi kanan dan kiri gawang, lainnya di dekat meja pengawas pertandingan.

Terlambat Panas

Sebenarnya, saat gawang Persijap yang dijaga Hadi Suryanto kebobolan lebih dulu pada menit ke-5 oleh Suprian, tidak terlihat pasukan asuhan pelatih Eddy Santoso itu bakal kedodoran. Sebab, mereka kemudian mampu melakukan penetrasi ke jantung lawan.

Tekanan intensif Persijap akhirnya menghasilkan gol balasan, lewat kaki pemain asing Oliveira yang mendapatkan umpan lambung dari Haryanto ''Tommy'' Prasetyo. Terkoyaknya jala PSBL membuat anak-anak Langsa terlihat mulai kedodoran. Aksi yang dilakukan Bambang Sulistyo dengan mengganggu pemain asing lawan, Bessala, juga efektif.

Bessala yang berpostur jangkung dan beberapa kali merepotkan blok pertahanan yang dikoordinir kapten Heri Setyawan, menjadi emosi sehingga tak mampu meningkatkan tempo penyerangan. Namun, di saat mental PSBL down karena kedudukan 1-1 itu, anak-anak Jepara tak mampu menekan lawan hingga konsentrasinya menjadi kacau. Justru, tuan rumah yang mampu menambah gol.

''Ya, anak-anak gagal mengembangkan permainan,'' kata arsitek Persijap, Eddy Santoso. Sedangkan manajer tim H Setiyono SE menilai, kegagalan timnya antara lain karena terlambat panas. ''Pemanasan yang dilakukan saat menjelang turun ke lapangan sangat kurang,'' ujarnya.

Sebagaimana Setiyono, asisten pelatih Rustamaji menyatakan anak-anak asuhannya terpengaruh mentalnya karena bertanding di daerah yang tengah dilanda konflik. ''Bagaimanapun, situasi dan kondisi di sini memengaruhi anak-anak,'' tuturnya.

Semalam, Persijap langsung meninggalkan Hotel Kartika Langsa tempatnya menginap untuk menuju ke Medan. Menurut rencana, Sabtu lusa mereka akan ke Banda Aceh untuk menghadapi Persiraja dengan menumpang pesawat. Perjalanan kembali ke Medan dikawal aparat bersenjata M-16, sebagaimana saat mereka masuk ke wilayah Tanah Rencong pada Senin lalu. (yit-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA