
| Kamis, 19 Februari 2004 | Olahraga |
Kondisi Kesehatan Jack Makin MemburukPURWOKERTO - Memasuki hari keempat dalam perawatan di ICU RSUD Prof dr Margono Soekardjo (RSMS), kondisi petinju Jack Ryan alias Sriyanto (21) makin memburuk dan terus menurun. Padahal, sejak dioperasi Minggu malam sampai Rabu dini hari, kondisinya sudah stabil. Kesehatan Jack, petinju asal Yogyakarta, itu tampak menurun drastis terlihat sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (18/2). ''Pada pukul 05.00, masih bagus sehingga orang tuanya, Suradji, pamit pulang ke Bantul,'' kata Toga Pakpahan. Hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan dr Moch Tarqib Alatas SpBS menunjukkan bahwa kondisi tubuh Jack makin panas. ''Subuh tubuhnya mencapai 40,08 derajat Celcius. Itu sudah di atas ambang batas kewajaran,'' ujarnya. Melihat kondisi petinju itu makin menurun, dr Tarqib meminta pada Subandi, kakak kandung yang menungguinya, agar ayahnya yang dalam perjalanan pulang ke Yogyakarta bisa balik lagi ke Purwokerto. ''Orang tuanya harus tahu perkembangan kesehatan anaknya,'' jelasnya. Petinju Jack Sabtu sore dilarikan ke RSMS, setelah muntah-muntah begitu turun dari ring, sehabis melakukan pertandingan di kelas ringan 61,2 kilogram melawan Syamsul Hidayat dari Kendal. Jack dinyatakan kalah TKO ronde kedelapan. Setelah dioperasi ditemukan bahwa pembuluh darah di otaknya ada yang pecah. Subandi menjelaskan, ibunya yang kini bekerja di Arab Saudi dijadwalkan tiba di Tanah Air Jumat. Dia kini dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Begitu Jack masuk ke rumah sakit, ibunya langsung dihubungi dan menyatakan hendak pulang. Kini penunggu petinju itu yang masih bertahan adalah Subandi dan seorang saudaranya, Toga. Para penunggu itu selalu melaporkan perkembangan Jack kepada manajernya, yaitu Sutikno pemilik sasana Rajawali 04 Jakarta. Setelah petinju itu masuk rumah sakit, badan pengawas organisasi pertandingan tinju di bawah Depdiknas Pusat meninjau ke RSUD. Tim dari Jakarta itu menemui Toga Pakpahan dan promotor pertandingan. Tensi Jack Rendah Setelah Jack berbaring di ICU, baru terungkap bahwa sebenarnya petinju itu tidak laik naik ring, pada 14 Februari lalu. ''Tekanan darah (tensi) Jack sebelum bertanding di bawah 100,'' kata Toga. Kenapa tetap naik ring? ''Yang memberi tahu bahwa tensinya rendah adalah Jack, dokter yang melakukan pemeriksaan pada hari Jumat tidak memberi tahu pada saya. Karena tidak ada pemberitahuan dari dokter, saya tidak berani melarang Jack,'' ungkapnya. Sebelum naik ring, pada Sabtu siang tidak ada pemeriksaan lagi terhadap petinju ini. Karena itu, pelatih menganggap bahwa kesehatan Jack memang layak untuk naik ring. Ketua Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Banyumas Herman mengatakan, segala sesuatu kebutuhan petinju itu selama dirawat di rumah sakit akan ditangani oleh promotor. ''Kami akan mengurusi masalah ini sampai selesai,'' ujarnya. (in-57t) |