logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Februari 2004 Olahraga  
Line

Suporter Valencia Akan Menuntut Pedro Trustante

MADRID- Pendukung Valencia tampaknya masih geram dengan kontroversi di Santiago Bernabeu dua hari lalu, yang membuat mereka hanya bermain imbang 1-1 lawan Real Madrid. Untuk meminta pertanggungjawaban wasit Pedro Trustante atas penalti Luis Figo, suporter dan para pemegang saham El Che berniat membawa masalah ini ke pengadilan.

Pedro Trustante, yang memimpin pertandingan Real Madrid versus Valencia, akan dituntut dengan tuduhan telah berbuat lalai alias sembrono dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga menimbulkan kerusakan--hal mana yang diatur dalam sistem peradilan sipil di Spanyol. Sebagai simbol atas kesalahannya itu ia cuma digugat satu euro.

Trustante diserang habis-habisan oleh pendukung Valencia dan pers setempat karena menyetujui sikap asistennya yang mengangkat bendera saat terjadi insiden di kotak penalti Valencia 30 detik menjelang pertandingan usai. Pada saat itu, Valencia unggul 1-0. Pedro menunjuk ke titik putih pertanda telah terjadi pelanggaran. Dalam tayangan ulang terlihat penyerang Real Raul Gonzalez berdempetan dengan bek Valencia Carlos Marchena. Kedua pemain kemudian terjatuh dengan posisi terakhir Raul berada di depan dan tangan Marchena terlihat bersilang di dada kapten El Real itu.

Tak Terkalahkan

Dalam beberapa detik Trustante tidak menyempritkan peluit. Tapi keputusannya berubah setelah melirik seorang asistennya di pinggir wilayah Valencia. Penalti tersebut diselesaikan dengan baik oleh Luis Figo sehingga skor menjadi 1-1 dan Real Madrid berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan musim ini di kandangnya sendiri.

''Kami ingin kesalahan ini disadari dan menghendaki adanya ganti kerusakan simbolik senilai satu euro. Wasit harus memberi alasan atas perbuatannya,'' cetus Andres Sanchis, pengacara yang mewakili suporter Valencia, Rabu (18/2). ''Ada seorang pria di dalam lapangan yang punya kewajiban sebagai wasit. Dia adalah hakim dan jika tidak diberi perhatian, dia bisa berbuat sembrono. Kami tidak percaya ini merupakan sebuah kesalahan (error). Ini adalah kelalaian,'' tegasnya. (rtr,F3,ant-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA