logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Februari 2004 Olahraga  
Line

Platini Tak Mau Kembali ke Heysel

PARIS - Michael Platini, bekas bintang Prancis, masih merasakan luka yang dalam atas tragedi Heysel dan tak ingin kembali ke stadion yang menewaskan 39 penonton ketika final Piala Champions Eropa 1985.

Platini yang mencetak gol bagi kemenangan Juventus atas Liverpool dari titik penalti itu, mengatakan, dirinya tak akan pernah kembali ke arena yang sekarang berganti nama menjadi Stadion Roi Baudouin.

''Saya tak akan pernah kembali ke situ,'' tegas mantan kapten dan pelatih Prancis itu dalam website Belgia, wwww.sporever.be saat ditanya apakah dia akan menyaksikan pertandingan antara Belgia dan Prancis.

''Saya tak ingin bicara tentang Heysel, itu sesuatu yang tidak bisa saya katakan. Namun saya harus mengakui, secara fisik dan mental saya tak layak untuk kembali ke sana,'' imbuhnya.

Platini merayakan kemenangan setelah mencetak satu-satunya gol dalam final itu, tetapi dia mengatakan merasa tak nyaman setelah kejadian tersebut.

''Penduduk berpikir dan bicara, tetapi mereka tak melihat langsung, mereka tidak berada di tempat kejadian, dan mereka tak tahu apakah kami pemain tahu atau tidak. Namun itu telah lewat. Hanya rasa luka mendalam yang tak bisa disembuhkan.''

Sebanyak 39 suporter, sebagian besar pendukung Juventus, tewas setelah sebuah tembok ambruk gara-gara diserbu fans Liverpool.

Marcel Desailly

Sementara itu, kapten Prancis dan Chelsea Marcel Desailly menyadari dirinya tak lagi mendapat jaminan otomatis sebagai pemain inti bagi klub dan negaranya. Namun dia yakin masih cukup bagus untuk bisa mendapat peran utama.

Bek berusia 35 tahun yang telah 111 kali membela Prancis itu akan mengawali membela tim nasional (timnas) melawan Belgia, Kamis dini hari WIB tadi, setelah absen dalam dua pertandingan terakhir melawan Jerman dan Israel.

Dia tak pernah diturunkan sejak Chelsea imbang 0-0 melawan Birmingham City pada 18 Januari lalu, setelah mengalami cedera tumit.

''Pelatih Chelsea Claudio Ranieri telah memintaku untuk lebih tajam. Namun jika dua pemain memiliki level yang sama, dia lebih suka pemain yang lebih muda dan itu lebih bagus untuk klub,'' ujarnya. ''Ini situasi baru. Saya harus mengatasi masalah ini.''

Eks pemain AC Milan ini membantah dirinya makin menurun dan mengatakan akan segera bermain lagi untuk Chelsea. Dia mengakui, usia kini menjadi salah satu faktor dalam kariernya.

''Saya telah melupakan seberapa besar upaya yang dibutuhkan untuk pulih dari cedera. Dengan usia bertambah, saya membutuhkan lebih banyak waktu.''

Dia merasa adanya tekanan persaingan untuk bisa diturunkan sejak awal, tetapi yakin bisa menghadapi para pesaingnya di lini belakang. Pesaing dia di timnas adalah Lilian Thuram, Mikael Silvestre, Philippe Mexes, dan Jean-Alain Boumsong.

Pelatih Prancis Jacques Santini menegaskan, tenaga Desailley tetap dibutuhkan. (rtr,A7-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA