
| Kamis, 19 Februari 2004 | Olahraga |
Persebi Kembali Gagal di KandangSOLO- Upaya Persebi Boyolali untuk meraih poin penuh dengan memindah home ground ke Stadion Manahan Solo, kemarin gagal total. Mereka dikalahkan oleh tim tamu Persiku Kudus 0-1 melalui gol Suparyo menit ke-58. Pertandingan yang dipimpin wasit Geyong S dan disaksikan sekitar 1.000 penonton itu berjalan lancar. Tetapi hanya 10 menit menjelang bubaran, pemain Persebi membuat ulah memrotes keputusan wasit dengan mendorong-dorong Geyong. Bermula kiper Persebi Eko Pujianto saat menendang bola melewati kotak penalti, wasit memberi hukuman handsball tepat di garis luar kotak penalti. Keputusan ini diprotes oleh pemain Persebi. Pada menit-menit awal, Persebi yang bertekad meraih poin penuh, mendapat dua peluang yang seharusnya bisa tercipta gol. Menit ke-3 sebuah umpan lambung Martino jatuh tepat di mulut gawang, namun gagal diselesaikan oleh Sutrisno. Tendangannya melambung ke atas, padahal andai bola disentuh sedikit saja sebenarnya sudah masuk gawang. Pada menit ke-7, sundulan Irwan Hananto ke pojok gawang kosong melenceng tipis. Persiku yang baru saja dilibas 0-3 oleh Persibas, kemarin tampil sangat hati-hati. Sepanjang pertandingan, tim asuhan Kasyadi ini menyuguhkan permainan umpan pendek dari kaki ke kaki. Pola ini sangat mudah dicegat lawan. Kurang Percaya Diri Gol kemenangan Persiku tercipta menit ke-58 dari serangan balik. Pemain depan Samuri berhasil melewati pemain belakang Persebi, lalu bola disodorkan ke Suparyo yang bebas di kotak penalti. Dengan sedikit gerakan, Suparyo berhasil mengecoh kiper. Upaya tuan rumah menebus kekalahan mengalami kesulitan, karena Persiku menampilan pressing ketat. '' Saya malu. Bola tinggal nyentuh saja tidak bisa gol,'' kata pelatih Persebi Roch A Hasman seusai pertandingan. Dengan banyak peluang tidak bisa menghasilkan gol, mengakibatkan pemain belakang ikut frustrasi. ''Saat lawan menyerang, pemain belakang lengah menjaga lawan. Hilang kepercayaan dirinya,'' katanya mengenai gol tunggal tim tamu. Sementara pelatih Persiku Kasyadi ternyata juga tidak puas melihat penampilan anak asuhannya. ''Bisa meraih poin penuh memang sangat memuaskan. Tetapi penampilan anak-anak, sangat tidak memuaskan. Mereka takut menahan dan mempermainkan bola,'' katanya. Mantan pemain PSIS ini menambahkan, kekalahan lawan Persibas Minggu lalu berdampak kurang percaya diri, mereka terlalu hati-hati sehingga bola mudah hilang. ''Kami harap pada pertandingan mendatang, mental pemain sudah baik,'' harapnya. (P44-77) |