
| Kamis, 19 Februari 2004 | Olahraga |
Lini Belakang dan Depan DibenahiSEMARANG- Lini depan dan belakang PSIS masih didera masalah menjelang laga lawan Persita Tangerang, Minggu (22/2) mendatang di Stadion Jatidiri. Finishing touch pemain depan kurang menggigit, sementara lini belakangnya sedikit rapuh. Kendala tersebut masih diperparah dengan cederanya Fofee Camara dan Indriyanto Nugroho. Namun kelemahan itu akan dibenahi, setidaknya sebelum pertandingan digelar sudah terpecahkan, mengingat target poin penuh di kandang harus dicapai. Menurut asisten pelatih Bonggo Pribadi, bukti lemahnya lini belakang timnya dapat dilihat dari jumlah gol ke gawang I Komang Putra. Dari delapan pertandingan, gawang Laskar Mahesa Jenar kemasukkan 11 gol dan hanya memasukkan 10. Jumlah gol kemasukkan tersebut merupakan indikasi lemahnya blok pertahanan. ''Semua tim tidak ada yang sempurna. Kami pun masih menemui kendala di lini belakang,'' katanya seusai latihan, Rabu pagi kemarin. Cederanya Fofee Camara diyakini akan memengaruhi kekuatan lini belakang. Namun, Bonggo optimis pelatih kepala Cornelis Soetadi sudah mempunyai jalan keluar untuk mengatasi kelemahan itu. Jika kondisi Fofee tidak siap diturunkan melawan Persita, Sasi Kirono yang semula menjadi bek sayap akan diplot sebagai libero menggantikan Fofee. Sedangkan stoper diisi Idrus Gunawan, Riswandi atau Dwi Adhi Yuwono. Untuk sementara, komposisi pemain belakang seperti itu yang terbaik saat ini. ''Kami berharap Fofee sembuh. Namun, untuk siap tidaknya tampil melawan Pesita besok, kami akan lihat kondisinya hingga Sabtu,'' kata mantan kapten PSIS itu. Maksimalkan Purwanto Sementara Soetadi melihat lini depan timnya kurang tajam, terutama dalam penyelesaian akhir. Saat ini yang menjadi perhatian mantan pelatih PSIS Yunior tersebut adalah Purwanto. Mantan striker Pelita Krakatau Steel itu dianggap belum memperlihatkan ketajamannya. Padahal, tekniknya lebih baik dari Roberto Kwateh dan Indriyanto Nugroho. Dari delapan pertandingan, dia belum mampu menyumbangkan gol bagi PSIS. Sedangkan striker lainnya seperti Roberto Kwateh dan Indriyanto sudah mengalami kemajuan. ''Secara teknik, Purwanto lebih bagus daripada Kwateh. Namun, saya heran mengapa ia belum juga mencetak gol. Kata dr Edwin (dokter tim-red) dia ada masalah pribadi,'' katanya. Jika memang ada masalah pribadi, Purwanto diharap bisa segera menyelesaikan secepatnya. Sebab, Soetadi khawatir permasalahan tersebut semakin memengaruhi permainannya saat membela PSIS. ''Saya tidak tahu apakah permasalahan itu menyangkut keluarganya atau ia tidak cocok dengan cara melatih saya. Yang jelas, dia harus segera menyelesaikan permasalahan itu agar konsentrasinya penuh saat membela PSIS,'' tegas Soetadi. Selain Purwanto, Roberto Kwateh, dan Indriyanto Nugroho, Laskar Mahesa Jenar sebenarnya masih memiliki dua striker lagi, yakni Khusnul Yakien dan Achmad Yaini. Namun dua pemain terakhir ini masih terlalu muda -terutama Yaini yang jebolan PSIS Yr musim lalu- sehingga jarang diturunkan oleh Soetadi. Khusnul memiliki motivasi bermain dan skill individu yang lumayan bagus, tapi fisiknya kurang mendukung. Dia acap kalah dalam perebutan bola. Sedangkan Yaini kurang jam terbang. Berisiko tinggi jika memaksakan untuk menurunkan keduanya. (H13-77) |