logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Februari 2004 Olahraga  
Line

Lupakan Bulan Madu

WAJAR saja bila keluarga pemain dan ofisial Laskar Kalinyamat Persijap risau dengan tur mereka ke daerah konflik, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Lebih-lebih bagi istri Didiet Thomas, Ny Yopie Ita Andriani. Sangat masuk akal bila istri Didiet menaruh kekhawatiran yang mendalam. Sebab, Didit baru menyunting gadis pujaannya yang asli Malang itu pada 12 Februari lalu.

''Baru dua hari kami menikah, istri sudah harus saya tinggal di Malang,'' ujarnya.

Praktis, karena menunaikan tugas bertanding bersama Tim Kota Ukir, Didiet harus rela melupakan bulan madu. Lebih sial lagi, komunikasi berbiaya murah dan praktis lewat SMS dengan istri tak bisa dilakukan. HP-nya tak berfungsi, karena khususnya selama di Kota Langsa, kartu mentari yang dia pakai tak ada sinyal sama sekali.

Didiet bergabung di Persijap menjelang kompetisi Divisi I PSSI ini diputar, dan diposisikan sebagai stoper dengan nomor punggung 17. Karier persepakbolaan arek Malang ini boleh dibilang mulai mengembang lewat Persiku Kudus saat masih di Divisi I PSSI. Meski sebelumnya sempat gabung Barito Putra selama satu musim saat akhir kompetisi galatama.

Didiet ikut mengantarkan Persiku masuk belantara Divisi Utama PSSI. Namun, kevakuman Persiku yang berkepanjangan sehingga menjadikannya terpuruk kembali ke Divisi II, membuat Didiet sebagaimana para pemain lain, angkat koper dari Kudus.

Ia kemudian bergabung ke PSIM Yogyakarta, lalu kembali ke Malang dan masuk Arema selama tiga tahun. Dari situ kemudian pindah ke Putra Samarinda (Pusam). Dari Pusam ia balik lagi ke Arema selama semusim kompetisi. Dan seterusnya, pindah ke Persik Kediri.(Prayitno-7)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA